Hidayatullahjatim.com – DPD Hidayatullah Rayon Surabaya sukses menyelenggarakan kegiatan Majelis Murobbi Rayon (MMR) Rayon Surabaya selama dua hari, Jumat hingga Sabtu (25–26 September 2026), bertempat di Kampus Utama PPH Surabaya. Agenda ini digelar sebagai langkah strategis dalam menggembleng spiritualitas, pemikiran, dan ketahanan fisik para kader demi melahirkan generasi pembina yang tangguh dan berkarakter.
Rangkaian acara MMR resmi dibuka pada Jumat sore di Aula Rahmat Rahman oleh Ust. H. Zaenal Muttaqin. Pembukaan tersebut menjadi awal dari pembekalan intensif bagi puluhan peserta yang memadukan kajian keislaman, wawasan manhaj, serta pembinaan jasmani.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta menerima serangkaian materi keilmuan dan pelatihan fisik dari para narasumber kompeten. Materi Tafsir As-Sa’di Sesi 1 dan 2 disampaikan oleh Ust. Ahmad Baihaqi, Lc. dan Ust. Marni Mulyana, Lc., M.Th.I. untuk memperdalam pemahaman Al-Qur’an. Selanjutnya, pembekalan Kajian Jati Diri (Manhaj) diberikan oleh Ust. Abdul Kholiq, Lc., M.H.I. guna memperkuat prinsip serta identitas perjuangan kader.
Selain penguatan materi keislaman, kegiatan fisik “Jasadiyah Gerakan Kader Sehat” dipandu oleh ustadz Alim Puspianto, M.Kom.I. di lapangan Kampus Utama guna menjaga kebugaran stamina peserta. Rangkaian sesi keilmuan kemudian ditutup dengan pemaparan Tafsir Hadits oleh Ust. Nurhuda, M.Pd. di Masjid Aqshal Madinah. Seluruh rangkaian agenda diakhiri melalui Evaluasi Halaqoh dan Penutupan resmi oleh Ust. Ahmad Suyanto serta Ust. Edi Handoko pada Sabtu menjelang siang.
Apresiasi dan Komitmen Perkaderan
Ketua Departemen Perkaderan Hidayatullah Jawa Timur, Ustadz Abdullah Ridho, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kelancaran dan kekhidmatan pelaksanaan MMR Rayon Surabaya tersebut.
“Alhamdulillah, pelaksanaan MMR Rayon Surabaya berjalan sangat tertib dan penuh semangat. Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, narasumber, serta para peserta yang telah mencurahkan energi dan kesungguhannya,” kata Ustadz Abdullah, Sabtu (26/9/2026).
Beliau menambahkan bahwa melalui pembekalan yang komprehensif—mulai dari kedalaman ilmu tafsir, penguatan jati diri, hingga ketahanan fisik—pihaknya optimistis dapat melahirkan kader-kader pencerah yang siap memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat dan dakwah di Jawa Timur. Di akhir pernyataannya, Ustadz Abdullah Ridho juga mengajak seluruh kader untuk terus konsisten merawat semangat keilmuan dan kebersamaan yang telah terbangun selama kegiatan MMR.
Reporter: Adib
Editor: Aminudin
