Hidayatullahjatim.com – Madrasah Aliyah (MA) Darul Madinah menggelar helatan pesta demokrasi santri bertajuk Pembacaan Visi Misi dan Pemilihan Ketua Generasi Penerus Hidayatullah (GPH) di Aula Asrama Darul Madinah, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (25/9/2026). Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari komitmen lembaga dalam mencetak kader pemimpin muda yang matang berorganisasi, unggul secara akademis, serta berkarakter islami. Agenda tahunan tersebut diikuti oleh seluruh siswa kelas X, XI, dan XII, serta dihadiri jajaran ustadz dan ustadzah dari lingkungan Madrosatul Qur’an (MQ), Ma’had Aly (MM), dan MA Darul Madinah.
Narasumber utama kegiatan, Ustadz Hamzah, menegaskan bahwa regenerasi kepemimpinan di lembaga pendidikan Islam harus berlandaskan syariat dan nilai-nilai Al-Qur’an. Ia menekankan bahwa penentuan ketua GPH bukan sekadar ajang adu popularitas, melainkan sarana penanaman integritas serta penyiapan pemimpin yang siap dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.
“Menentukan seorang pemimpin wajib mempertimbangkan amanah, tanggung jawab, serta kejernihan visi dan misi yang diusung. Pemimpin dalam Islam adalah pemikul tanggung jawab yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban,” ujar Ustadz Hamzah di Aula Asrama Darul Madinah, Surabaya, Jumat (25/9/2026).
Proses pemilihan berlangsung semarak ketika para calon ketua GPH dari kelas XI memaparkan program kerja dan gagasan strategis secara bergiliran. Setelah pemaparan visi dan misi selesai, seluruh peserta didik menyalurkan hak pilih mereka secara langsung, jujur, adil, dan tertib sesuai tata tertib yang ditetapkan panitia pelaksana.
Apresiasi Pengurus Wilayah terhadap Laboratorium Kepemimpinan Santri
Proses kaderisasi yang berkelanjutan di MA Darul Madinah tersebut mendapat apresiasi tinggi dari jajaran pengurus wilayah. Ketua Departemen Pendidikan DPW Hidayatullah Jawa Timur, Ustadz Muhammad Solehan, M.Pd.I., mengacungkan jempol atas konsistensi sekolah dalam merawat tradisi kepemimpinan Islam sejak dini melalui wadah praktis bagi santri.
“Kami menyambut baik dan memberikan apresiasi penuh atas konsistensi MA Darul Madinah dalam merawat tradisi kepemimpinan Islam sejak dini. Pemilihan ketua GPH ini merupakan bentuk laboratorium kepemimpinan yang sangat bernilai. Melalui proses ini, para santri belajar bahwa kepemimpinan adalah soal amanah, musyawarah, dan pelayanan kepada ummat yang harus dilandasi nilai-nilai tauhid,” kata Ustadz Muhammad Solehan, M.Pd.I. di Surabaya, Jumat (25/9/2026).
Kegiatan ini dinilai para santri bukan hanya sebagai momentum menentukan arah organisasi GPH ke depan, melainkan juga sarana pembelajaran politik santun yang edukatif. Melalui helatan ini, MA Darul Madinah berharap dapat melahirkan figur pemimpin masa depan yang cakap secara manajerial, berwawasan luas, serta memiliki kedalaman spiritual dan keteguhan akhlak dalam menjalankan amanah.
Reporter: Irfan
Editor: Aminudin
