Hidayatullahjatim.com – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Kota Surabaya sukses menggelar kegiatan perkaderan “Daurah Marhala Ula” untuk Aktivis Hidayatullah Kota Surabaya yang berlangsung selama dua hari, Jumat hingga Sabtu, 18–19 September 2026. Berlokasi di Aula Rahmad Rahman, Kampus Utama Pondok Pesantren Hidayatullah (PPH) Surabaya, acara ini dihadiri oleh puluhan kader dan pengurus daerah. Kegiatan ini dirancang sebagai upaya sistematis dalam menggembleng mental serta komitmen keislaman para aktivis demi membina umat dan menyiapkan generasi penerus perjuangan.
Ketua DPD Hidayatullah Kota Surabaya, Ust. Zaenal Muttaqin, menegaskan pentingnya pembinaan berjenjang ini bagi penguatan kapasitas internal organisasi. Menurutnya, keberlanjutan dakwah sangat bergantung pada kualitas ideologi dan militansi para kader di tingkat basis.
“Lembaga yang besar tidak hanya melahirkan program, tetapi juga melahirkan generasi yang siap meneruskan perjuangan. Melalui Daurah Marhala Ula ini, kami ingin memastikan seluruh aktivis memiliki pemahaman yang utuh terhadap komitmen keislaman dan kelembagaan,” kata Ust. Zaenal Muttaqin di Kampus Utama PPH Surabaya, Jumat (18/9/2026).
Rangkaian acara dimulai pada Jumat sore pukul 15.45 WIB dengan agenda registrasi peserta dan pembukaan resmi oleh perwakilan DPW Hidayatullah Jatim. Setelah sesi pra-tes dan dinamika kelompok mengenai problematika kehidupan modern, para peserta menerima pemaparan materi inti yang terbagi dalam tujuh sesi intensif hingga Sabtu malam.
Baca Juga: MMR Surabaya Perkuat Kader Hadapi Dinamika Dakwah Perkotaan
Fakta berdasar dokumen rundown acara menunjukkan ketatnya jadwal pelatihan yang memadukan penguatan spiritual dan pemahaman naskah dakwah. Beberapa pemateri nasional dan pimpinan wilayah hadir menyampaikan materi khusus, seperti Ust. Nurhuda, M.Pd. yang mengisi materi Pra-Wahyu, Ust. Indra Rauf, S.Pd. tentang Al-Alaq (Makna dan Konsekuensi Syahadat), Ust. Dr. Mashud, M.Si. menyampaikan materi Al-Qalam (Komitmen Hidup Berqur’an), serta Ust. Marni Mulyana, Lc., M.Th.I. yang membawakan materi Al-Muddatsir (Komitmen Berdakwah).
Selain itu, Ust. Ahmad Baihaqi, Lc. turut menggembleng peserta melalui dua materi penting, yakni Al-Muzammil (Membekali Diri dengan 7 Az-Zimat) dan Al-Fatihah (Komitmen Berjama’ah), sebelum akhirnya memimpin prosesi ikrar dan penutupan pada Sabtu (19/9/2026) pukul 22.00 WIB.
Penguatan Komitmen Kader dan Evaluasi Kegiatan
Penyelenggaraan pelatihan ini didukung penuh oleh berbagai jaringan lembaga pendukung Hidayatullah, di antaranya Baitul Maal Hidayatullah (BMH), Pos Dai, Rumah Wakaf, Sakinah, serta PT Lentera Jaya Madina. Dukungan institusional ini memastikan seluruh fasilitas pelatihan, pembimbingan (fasilitator), dan pendampingan halaqah berjalan optimal selama 24 jam penuh.
Di akhir sesi pelatihan, panitia melakukan penyerahan lembar evaluasi dan post-test untuk mengukur tingkat pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan. Sesi dilanjutkan dengan pembacaan ikrar kader yang disaksikan langsung oleh perwakilan Dewan Murabbi Wilayah (DMW) Hidayatullah Jatim.
Guna memastikan objektivitas dan kedisiplinan proses pelatihan, berikut petikan evaluasi dan konfirmasi pelaksanaan antara pihak fasilitator dan panitia penyelenggara di akhir kegiatan:
“Bagaimana hasil post-test dan kedisiplinan peserta selama mengikuti seluruh sesi materi dari Jumat hingga Sabtu malam?” tanya Ust. Adib selaku Fasilitator.
“Secara keseluruhan, seluruh aktivis memenuhi standar kehadiran dan kelulusan. Pemahaman terhadap komitmen berjama’ah dan 7 Az-Zimat mengalami peningkatan signifikan berdasarkan hasil evaluasi post-test,” ujar Ust. Ahmad Baihaqi, Lc. di Aula Rahmad Rahman PPH Surabaya, Sabtu (19/9/2026).
