Hidayatullahjatim.com – Kelompok Bermain (KB) dan Taman Kanak-Kanak (TK) Yaa Bunayya Bojonegoro kembali memperkuat kualitas tenaga pendidiknya melalui kegiatan pembinaan rutin sumber daya manusia (SDM) yang dihelat di Aula KB TK Yaa Bunayya Bojonegoro, dengan menghadirkan praktisi pendidikan ustadz Abdullah Ridho A sebagai pemateri utama yang mengupas tema mendalam mengenai salat sebagai sumber kekuatan utama bagi para guru.
Kegiatan pembinaan ini dirancang secara khusus untuk menjawab berbagai tantangan psikologis maupun profesional yang kerap dihadapi oleh para pendidik anak usia dini di tengah dinamika institusi pendidikan modern. Dalam sambutannya, pihak manajemen sekolah menegaskan bahwa peningkatan kapasitas mental dan spiritual guru merupakan fondasi krusial sebelum mereka mencetak generasi penerus yang berakhlak mulia dan berkarakter.
Antusiasme tinggi tampak jelas dari para peserta yang mengikuti jalannya acara dari awal hingga akhir. Sejumlah tenaga pendidik secara terbuka mengungkapkan bahwa pembinaan semacam ini sangat krusial dan mendesak untuk dihadirkan, terutama ketika seorang guru mulai mengalami fase kejenuhan, kelelahan mental, atau yang dikenal dengan istilah futur—yakni kondisi hilangnya semangat dan motivasi kerja akibat rutinitas harian yang padat.
“Pembinaan ini sangat penting dan dibutuhkan ketika seorang guru atau pendidik mengalami futur atau kehilangan semangat. Alhamdulillah, materinya sangat cocok dengan kondisi yang kami hadapi di lapangan,” ujar salah satu perwakilan guru peserta di Aula KB TK Yaa Bunaynya Bojonegoro, Rabu (4/11).
Menanggapi fenomena tersebut, pemateri utama Abdullah Ridho A dalam pemaparannya menegaskan bahwa profesi guru di lembaga pendidikan Islam seperti KB TK Yaa Bunayya menuntut ketahanan jiwa yang luar biasa. Menurutnya, kesabaran dalam menghadapi anak usia dini tidak akan bertahan lama jika hanya bertumpu pada kemampuan fisik dan logika semata, melainkan harus disandarkan pada kekuatan spiritual yang mendalam.
Revitalisasi Semangat Mengajar Lewat Pendekatan Spiritual
Lebih lanjut, Abdullah Ridho A menjelaskan bahwa ibadah salat harus diposisikan bukan sekadar sebagai gugurnya kewajiban ritual formal, melainkan sebagai sarana komunikasi vertikal yang efektif untuk mengisi ulang energi batin. Ketika seorang pendidik mampu menghayati salat dengan baik, ketenangan jiwa akan terpancar, sehingga segala beban dan kepenatan dalam mendidik anak-anak dapat diredam dengan baik.
Pihak penyelenggara dan yayasan berharap agar program pembinaan rutin SDM ini dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan dan konsisten. Langkah preventif melalui pendekatan spiritual ini dinilai sangat efektif untuk menjaga stabilitas emosi, motivasi kerja, serta dedikasi para guru dalam membimbing anak didik mereka setiap hari.
Dengan terjaganya kesehatan mental dan spiritual para pendidik, mutu proses belajar mengajar di lingkungan KB TK Yaa Bunayya Bojonegoro diyakini akan semakin meningkat, sehingga mampu melahirkan anak-anak didik yang cerdas, ceria, dan berakhlakul karimah.
Editor: Aminudin
