Hidayatullahjatim.com – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Ngawi menggelar agenda kebersamaan bertajuk “Dolan Bareng Kader” di Daerah Istimewa Yogyakarta pada Sabtu (10/10/2026). Kegiatan yang diikuti oleh seluruh kader Hidayatullah Ngawi ini bertujuan untuk mempererat tali ukhuwah, meningkatkan soliditas, serta memperlancar saluran komunikasi antarkader di luar rutinitas harian dakwah.
Ketua Pemuda Hidayatullah (PemHida) Ngawi, Bang Fadli, selaku penanggung jawab kegiatan, mengungkapkan bahwa seluruh pendanaan acara ini berhasil dihimpun secara mandiri melalui skema tabungan bulanan rutin para kader. Langkah tersebut menjadi bukti nyata tumbuhnya sikap kemandirian dan rasa memiliki organisasi yang tinggi di tubuh kader Hidayatullah Ngawi.
Rangkaian perjalanan diawali dengan kunjungan ke Pantai Slili, sebelum dilanjutkan menuju kawasan Hutan Pinus. Di Hutan Pinus, para peserta tidak hanya menikmati keindahan alam, melainkan juga menggelar sesi sharing, diskusi santai, serta kegiatan memasak bersama guna mempererat kekompakan.

Agenda perjalanan dilanjutkan dengan menyusuri kawasan landmark Malioboro sebelum seluruh rombongan bertolak kembali ke Ngawi. Salah satu peserta, Bang Oji, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menilai momen sharing bersama berhasil mencairkan suasana komunikasi dan menyegarkan pikiran di tengah padatnya aktivitas.
Hal senada diungkapkan oleh Bang Widodo di Yogyakarta. Menurutnya, nilai utama dari perjalanan ini terletak pada rasa kebersamaan yang terbangun sejak awal keberangkatan hingga kepulangan, yang dinilai menjadi modal penting dalam memperkuat semangat menjalankan amanah dakwah ke depan.
Pengkaderan Nonformal dan Apresiasi Wilayah
Secara terpisah, Sekretaris DPW Hidayatullah Jawa Timur, Ustadz Muh Idris, memberikan respons positif dan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya agenda DPD Hidayatullah Ngawi yang dikawal oleh PemHida Ngawi tersebut. Pihaknya menilai agenda ini merupakan inovasi pengkaderan nonformal yang sangat relevan dalam merawat soliditas organisasi di tingkat daerah.
Inisiatif ini membuktikan bahwa pembentukan karakter kader yang kuat tidak hanya bertumpu pada forum kajian formal, melainkan juga dibentuk melalui pengalaman interaksi sosial, kebersamaan, serta semangat gotong royong. Pola penabungan mandiri yang diterapkan para kader Ngawi turut menjadi contoh konkret nilai komitmen dan tanggung jawab dalam mengawal agenda-agenda keorganisasian.
Kontributor: Huda
Editor: Aminudin
