MALANG, 22 Agustus 2026 (hidayatullahjatim.com) – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Jawa Timur secara resmi membuka agenda tahunan strategis “Monitoring & Evaluasi Organisasi 2026” pada Sabtu hingga Ahad, 22–23 Agustus 2026. Berlokasi di Kampus Madya IIBS Ar Rohmah Putri 2 Malang, forum ini menjadi momentum krusial dalam memperkuat konsolidasi serta arah gerak kelembagaan.
Mengusung tema besar “Transformasi Organisasi menuju Jawa Timur Berpengaruh”, perhelatan ini dihadiri oleh jajaran pengurus wilayah, Dewan Murabbi Wilayah (DMW), dan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah se-Jawa Timur. Sesi registrasi dan check-in peserta akan dimulai pada Sabtu pukul 13.00–15.00 WIB.
Dorong Revitalisasi Pendidikan dan Respon Dinamika Zaman
Melalui gelaran Monitoring & Evaluasi Organisasi 2026 ini, DPW Hidayatullah Jatim berkomitmen menghadirkan terobosan nyata dalam tata kelola organisasi dan penguatan kualitas SDM. Tiga agenda utama yang dipandegani oleh jajaran pimpinan dan pakar meliputi:
-
Penguatan Arah Kepemimpinan Strategis
Dipimpin langsung oleh Ust. Drs. Amun Rowi, M.Pd selaku Ketua DPW Hidayatullah Jatim, menekankan pentingnya sinergi dan efisiensi struktur organisasi agar lebih solid dan adaptif menghadapi dinamika sosial-keagamaan di Jawa Timur.
-
Revitalisasi Sektor Pendidikan
Melalui Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Revitalisasi Pendidikan sebagai Motor Pertumbuhan Hidayatullah Jawa Timur”, Ust. Muhammad Syuhud, MM (Anggota DMW Hidayatullah Jatim) akan memaparkan strategi akselerasi mutu lembaga pendidikan Islam agar unggul, profesional, dan melahirkan generasi berdaya saing global.
-
Respons Kontemporer Berbasis Fiqih Peradaban
Ust. Alimin Mukhtar, S.Sos.I (Anggota DMW Hidayatullah Jatim) membawakan materi mendalam bertajuk “Fiqh Menghadapi Perubahan: Membaca Tantangan Pendidikan dengan Qawa’id Fiqhiyyah”. Sesi ini akan memberikan fondasi keilmuan Islam yang adaptif namun tetap berpegang teguh pada prinsip syariat dalam menjawab tantangan zaman.
Komitmen Mewujudkan Dampak Positif Bagi Masyarakat
Ketua DPW Hidayatullah Jawa Timur, Ust. Drs. Amun Rowi, M.Pd, menyampaikan bahwa Monev Organisasi 2026 bukan sekadar agenda rutin, melainkan pijakan transformatif untuk mewujudkan kontribusi yang lebih luas dan nyata bagi masyarakat Jawa Timur.
“Transformasi organisasi adalah keniscayaan. Kami ingin memastikan setiap program yang dijalankan Hidayatullah Jatim benar-benar memberikan dampak positif yang terukur, berdaya guna, serta memperkuat peradaban Islam di Jawa Timur,” tegasnya.
Melalui hasil rumusan strategis dalam Monev ini, DPW Hidayatullah Jawa Timur mengundang seluruh elemen masyarakat, akademisi, dan stakeholder untuk terus bersinergi dalam mewujudkan pendidikan Islam yang berkualitas dan berkarakter.
