Malang (hidayatullahjatim.com) – Majelis Murobbi Rayon (MMR) Hidayatullah Malang Raya kembali menggelar agenda rutin pembinaan bagi para murabbi, dewan asatidz, dan alumni Marhalah Wustho pada Sabtu (1/8/2026). Bertempat di Ali Mart Food, Malang, forum ini menegaskan kembali pentingnya penguatan Manhaj Wahyu sebagai fondasi utama organisasi dan gerakan dakwah.
Kegiatan ini diikuti secara khidmat oleh para peserta, salah satunya Ustadz Amir, yang bersama para murabbi lainnya menyimak pemaparan mendalam dari tiga narasumber utama, yakni Ir. KH. Hanifullah Hannan, Ust. Muh. Muhdi, dan Ust. Imam Malik. Ketiga pemateri memberikan penguatan manhaj serta sistematika wahyu yang menjadi pijakan dasar dalam seluruh aktivitas keumatan Hidayatullah.
Acara secara resmi dibuka dengan sambutan dari Ketua Rayon Hidayatullah Malang Raya, Ust. Abdullah Warsito, yang pada kesempatan ini diwakili oleh Ust. Nur Ihsan, M.Pd.
Dalam sambutannya, Ust. Nur Ihsan menekankan bahwa keberadaan MMR memiliki peran strategis dalam menjaga ritme pembinaan serta kualitas sumber daya manusia di tubuh organisasi.
“MMR merupakan salah satu sarana penting untuk memperkuat kualitas pembinaan kader serta menjaga kesinambungan dakwah di wilayah Malang Raya,” ujar Ust. Nur Ihsan di lokasi acara, Sabtu (1/8/2026).
Ia menambahkan, penguatan halaqah-halaqah pembinaan di seluruh penjuru Malang Raya harus terus digalakkan secara konsisten agar nilai-nilai Islam dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.
“Kami berharap halaqah-halaqah pembinaan di seluruh Malang Raya dapat berjalan secara istiqamah, berkembang semakin luas, dan mampu menjangkau seluruh mad’u (objek dakwah). Dengan demikian, nilai-nilai Islam yang dibangun melalui manhaj Hidayatullah dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” lanjutnya.
Sistematika Wahyu sebagai Core Gerakan Dakwah
Dalam sesi pemaparan materi, pembahasan berfokus pada pentingnya memahami dan mengamalkan Sistematika Wahyu—sebuah metode pembinaan berkesinambungan yang mendasarkan gerakan dakwah pada urutan turunnya wahyu Al-Qur’an (Surah Al-‘Alaq, Al-Qalam, Al-Muzzammil, Al-Muddassir, dan Al-Fatihah).
Melalui sistematika ini, para peserta dibekali pemahaman holistik mulai dari penanaman tauhid (iqra’), pembentukan karakter dan integritas (pena/ilmu), penataan spiritual malam (qiyamullail), hingga keberanian untuk bergerak menyeru kebaikan di tengah-tengah masyarakat (dakwah fardiyah dan sosial). Forum ini menjadi sarana penajaman agar dakwah yang disampaikan tidak hanya bersifat retoris, melainkan substantif dan mentransformasi karakter masyarakat.
Kesan dan Harapan Peserta
Kesempatan pembinaan ini memberikan pengalaman serta motivasi tersendiri bagi para peserta. Ustadz Amir, salah satu peserta yang hadir, menyampaikan kesannya mendalam atas terselenggaranya acara ini. Menurutnya, pemaparan materi dari para narasumber sangat menyegarkan kembali semangat berdakwah dan memperkokoh pemahaman manhaj.
“Acara ini sangat mencerahkan dan menjadi pengingat (tadzkirah) yang sangat berharga bagi kami para pembina di lapangan. Materi Sistematika Wahyu yang disampaikan secara mendalam membuat kami semakin mantap dan jelas dalam mengarahkan halaqah pembinaan,” tutur Ustadz Amir di sela-sela kegiatan.
Ia pun menyampaikan harapannya ke depan agar spirit dan ilmu yang didapat dari forum ini bisa diimplementasikan secara konsisten di masing-masing wilayah pembinaan.
“Harapan kami ke depan, pembinaan rutin seperti ini terus terjaga kualitas dan konsistensinya. Semoga setelah mengikuti acara ini, kami para murabbi semakin istiqamah dan mampu menggerakkan halaqah pembinaan dengan lebih hidup, sehingga melahirkan kader-kader dakwah yang tangguh dan memberikan manfaat nyata bagi umat di Malang Raya,” pungkasnya.
Apresiasi Ketua DPW Hidayatullah Jawa Timur
Agenda pembinaan rutin ini turut mendapat apresiasi tinggi dari Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Jawa Timur, Ustadz Amun Rowie. Beliau menilai langkah MMR Malang Raya dalam menjaga tradisi pembinaan dan penguatan manhaj merupakan teladan yang patut terus dipertahankan.
“Kami menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada MMR Malang Raya atas konsistensinya menyelenggarakan forum pembinaan ini. Penguatan Manhaj Wahyu adalah kunci utama agar dakwah Hidayatullah tetap berada di atas koridor yang lurus, solid, dan berdampak luas,” ungkap Ust. Amun Rowie.
Beliau juga berpesan agar para murabbi dan alim ulama di Malang Raya terus merawat semangat kebersamaan ini demi melahirkan kader-kader dakwah yang tangguh dan siap melayani umat secara berkelanjutan.
Reporter: Achmad Fauzan
Editor: Aminudin
