Menjemput Keberkahan Jumat Pertama: Menggali Mutiara Hikmah Tafsir As-Sa’di bersama Hidayatullah Surabaya

Menjemput Keberkahan Jumat Pertama: Menggali Mutiara Hikmah Tafsir As-Sa’di bersama Hidayatullah Surabaya

SURABAYA (hidayatullah.com) – Gema Ramadhan di Masjid Aqshal Madinah, Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya, terasa semakin kental pada Jum’at pertama bulan suci ini (20/2). Sejak sebelum adzan subuh berkumandang, ratusan jamaah sudah memadati ruang utama masjid. Mereka hadir bukan sekadar untuk rukuk dan sujud, melainkan untuk mereguk tetesan ilmu dalam kajian rutin Tafsir As-Sa’di.

Kegiatan yang diinisiasi oleh DPD Hidayatullah Kota Surabaya bekerja sama dengan DKM Masjid Aqshal Madinah ini menghadirkan KH Abdul Rachman sebagai pemateri utama. Dalam sesi kali ini, KH Abdul Rachman membedah mendalam Surat Al-An’am ayat 155–157.

“Al-Qur’an ini adalah kitab yang diberkahi. Mengikutinya bukan sekadar membaca, tapi menjadikannya kompas utama agar kita tidak tersesat dalam hiruk-pikuk dunia,” urai KH Abdul Rachman di hadapan jamaah yang menyimak dengan takzim.

Penguatan Pusat Peradaban, Ketua DPD Hidayatullah Kota Surabaya, Zaenal Muttaqin, menegaskan bahwa konsistensi kajian ini merupakan bagian dari visi besar organisasi dalam menjadikan masjid sebagai episentrum peradaban. Ia berharap Masjid Aqshal Madinah tidak hanya menjadi tempat ibadah ritual, tetapi juga pusat keilmuan yang mencakup aspek islamiyah, ilmiyah, dan alamiyah.

“Masjid harus menjadi rahim bagi lahirnya generasi yang cinta Al-Qur’an dan berakhlak mulia. Kami ingin jamaah tidak hanya membawa pulang pahala shalat, tapi juga pemahaman agama yang kuat untuk diimplementasikan secara kaffah (menyeluruh),” ujar Zaenal Muttaqin.

Apresiasi Wilayah, Geliat dakwah di level daerah ini mendapat respons positif dari jajaran wilayah. Ketua Departemen Dakwah DPW Hidayatullah Jawa Timur, Aep Saepudin, memberikan apresiasi tinggi atas istiqomahnya kajian tersebut, terlebih di momentum emas bulan Ramadhan.

“Apa yang dilakukan DPD Surabaya adalah langkah nyata dalam pembinaan umat. Kami sangat mengapresiasi kolaborasi ini. Spirit Ramadhan harus menjadi bahan bakar untuk memperkuat ukhuwah islamiyah dan meningkatkan literasi Al-Qur’an di tengah masyarakat Surabaya,” tutur Aep Saepudin.

Kajian yang berakhir saat fajar menyingsing ini ditutup dengan diskusi interaktif. Melalui kegiatan ini, DPD Hidayatullah Surabaya berkomitmen untuk terus menghidupkan tradisi keilmuan Islam, menjadikan Ramadhan bukan sekadar ritual menahan lapar, melainkan momentum transformasi spiritual yang berbasis pada wahyu.


Reporter: Adib

Editor: Aminudin

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *