Hidayatullahjatim.com – Tim Panahan IBS SMP Luqman Al Hakim Ngawi berhasil mengukir prestasi gemilang dengan memboyong gelar juara umum dalam ajang PEMHIDA Horsebow Competition 2026 yang digelar di Bojonegoro, Jawa Timur, pada Ahad (18/10/2026). Capaian ini menegaskan bahwa pembinaan santri tidak hanya fokus pada bidang keagamaan, tetapi juga mampu mencetak prestasi di bidang olahraga.
Keberhasilan tersebut diraih setelah empat santri IBS SMP Luqman Al Hakim Ngawi mendominasi posisi papan atas klasemen. Muhammad Asyam Aris berhasil mengamankan Juara 2, disusul Ibrahim Azri Baghawi di posisi Juara 3, Hamdan Hanif Al Fauzan sebagai Juara 4, dan Zulmi Hafidzudin Abdurrahman yang menempati Juara 6.
Kepala Sekolah sekaligus Pelatih Tim Panahan IBS SMP Luqman Al Hakim Ngawi, Ustadz Suratno, S.Pd., menyampaikan rasa syukur atas kerja keras dan kedisiplinan yang ditunjukkan para anak didiknya selama kompetisi berlangsung.
“Prestasi ini merupakan buah dari proses latihan yang konsisten, kesungguhan, serta kedisiplinan para santri. Olahraga panahan bukan sekadar membidik sasaran, melainkan sarana melatih fokus, kesabaran, dan pengendalian diri,” kata Ustadz Suratno.
Pencapaian ini juga mendapat apresiasi setinggi-tingginya dari Pengurus Wilayah Hidayatullah Jawa Timur. Sekretaris DPW Hidayatullah Jawa Timur, Ustadz Muh Idris, mengungkapkan kebanggaannya atas integrasi pembentukan karakter dan prestasi yang ditunjukkan oleh para santri Ngawi tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi capaian luar biasa dari tim panahan IBS SMP Luqman Al Hakim Ngawi. Ini menjadi bukti nyata bahwa Pendidikan Integral Berbasis Tauhid mampu melahirkan generasi yang seimbang—kuat hafalan Al-Qur’annya sekaligus memiliki ketangkasan fisik, keahlian, dan karakter pantang menyerah,” ujar Ustadz Muh Idris.
Menanamkan Karakter Tangguh Melalui Olahraga Sunnah
Keberhasilan menyabet gelar juara umum ini sekaligus membuktikan bahwa pengembangan potensi santri di IBS SMP Luqman Al Hakim Ngawi berjalan secara holistik. Selain mendalami hafalan Al-Qur’an (tahfidz), para santri diberikan ruang seluas-luasnya untuk mengasah bakat non-akademik dan olahraga yang selaras dengan nilai-nilai Islam.
Pihak sekolah berharap prestasi di ajang PEMHIDA Horsebow Competition 2026 ini dapat menjadi dorongan motivasi bagi seluruh santri untuk terus bertumbuh, mengukir karya, dan menjaga sportivitas tanpa mengesampingkan adab.
“Al-Qur’an menguatkan hati, panahan melatih konsentrasi, dan kedisiplinan membentuk prestasi. Semoga capaian ini memicu semangat para santri lainnya untuk terus berkembang menjadi generasi Qur’ani yang berilmu, beradab, dan berprestasi,” pungkas Ustadz Suratno.
