Sinergi Tanpa Batas: Kisah Keikhlasan Dua Pejuang Pendidikan Hidayatullah Jatim

Sinergi Tanpa Batas: Kisah Keikhlasan Dua Pejuang Pendidikan Hidayatullah Jatim

BATU (hidayatullahjatim.com) โ€“ Jarak sepanjang 250 kilometer yang memisahkan keindahan Kota Batu dan kehangatan Kabupaten Sumenep seketika sirna ketika dua hati telah diikat oleh tali ideologi dan perjuangan. Bagi Ustadz Wawan Wahidin, atau yang lebih akrab disapa Ustadz Abdul Hamid (Pengurus DPD Hidayatullah Batu), dan Ustadz Baijuri (Ketua DPD Hidayatullah Sumenep), ruang dan waktu hanyalah angka-angka yang mati. Denyut nadi perjuangan mereka justru hidup dan berlipat ganda setiap kali membicarakan masa depan pendidikan di Hidayatullah Jawa Timur.

Dalam sebuah kesempatan pertemuan di sela-sela agenda baru-baru ini, atmosfer hangat begitu terasa di antara keduanya. Duduk berdampingan di satu meja dengan alas batik bermotif floral, mereka tampak tak lepas dari gawai dan tablet di tangan. Namun, tatapan fokus dan senyum yang mengembang dari wajah kedua ustadz ini bukanlah refleksi dari hiburan duniawi, melainkan sebuah ruang diskusi yang sedang mematangkan konsep, gagasan, dan inovasi pendidikan.

Persahabatan mereka telah melampaui batas hubungan kerja normatif; ia telah menjelma menjadi sebuah ikatan emosional yang mengharukan. Ketika Ustadz Abdul Hamid merumuskan strategi dakwah dan pendidikan di dinginnya lereng Gunung Panderman Kota Batu, di saat yang sama Ustadz Baijuri siap menyambut gagasan tersebut untuk diterapkan di bumi garam Sumenep, Madura. Mereka saling mengisi, bertukar pikiran tanpa ada rasa ego sektoral demi satu nama: kejayaan pendidikan Islam.

Satu hal yang paling membekas dari sosok kedua pejuang ini adalah keramahan mereka yang tak pernah pudar. Di tengah beban amanah kepengurusan daerah yang begitu berat, keduanya dikenal sebagai figur yang sangat murah senyum dan selalu memancarkan energi positif. Aura optimisme itu menular kepada siapa saja yang berada di dekat mereka, seolah menegaskan bahwa mengurus pendidikan umat harus dijalani dengan hati yang gembira dan lapang.

Semangat yang menyala-nyala inilah yang membuat roda pendidikan Hidayatullah di wilayah Batu dan Sumenep terus bergerak progresif. Mereka menyadari betul bahwa tantangan zaman ke depan semakin kompleks, dan benteng terbaik untuk menjaga akidah serta moral generasi muda adalah melalui institusi pendidikan yang kuat, modern, namun tetap berbasis pada nilai-nilai wahyu.

Kontribusi nyata serta dedikasi tanpa pamrih yang ditunjukkan oleh kedua tokoh ini memantik perhatian dan pujian dari tingkat wilayah. Ketua Departemen Pendidikan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Jawa Timur Ustadz Muhammad Solehan, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas sinergi luar biasa yang terus dirawat oleh kedua ustadz tersebut.

“Melihat ketulusan Ustadz Abdul Hamid dan Ustadz Baijuri adalah melihat potret sejati dari pejuang pendidikan Islam. Mereka tidak pernah mengeluh tentang jarak, fasilitas, atau waktu. Sinergi dan keteladanan seperti inilah yang menjadi motor penggerak utama, membuat pendidikan Hidayatullah di Jawa Timur terus berkembang,” ungkap Ustadz Muhammad Solehan, Ketua Departemen Pendidikan DPW Hidayatullah Jatim dengan nada penuh rasa bangga.

Beliau juga menambahkan bahwa keharmonisan dan kerja keras ini tidak berdiri sendiri. Keberhasilan ini adalah buah dari kerja kolektif berskala besar. “Apresiasi mendalam juga kami sampaikan kepada seluruh jajaran pengurus, guru, dan teman-teman seperjuangan di daerah yang bahu-membahu mewujudkan visi besar ini. Tanpa soliditas tim dan keikhlasan kawan-kawan di akar rumput, gagasan-gagasan hebat di atas meja tidak akan pernah membumi,” lanjutnya.

Langkah kaki Ustadz Abdul Hamid dan Ustadz Baijuri serta teman-teman pengurus MKKSI lainnya masih panjang. Namun, lewat senyuman, keikhlasan, dan jabat tangan erat yang mereka tunjukkan, publik optimis bahwa masa depan pendidikan Hidayatullah di Jawa Timur akan terus meningkat. Sebuah keteladanan yang membuktikan bahwa perjuangan paling indah adalah yang dilakukan bersama sahabat sejati.

Reporter: Aminudin

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *