TUBAN (hidayatullah.com) โ Suasana tenang dan khidmat menyelimuti kompleks Pesantren Hidayatullah Tuban saat fajar menyingsing. Di tengah udara pagi yang masih dingin, sayup-sayup terdengar lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menggema dari dalam aula. Puluhan santri nampak duduk rapi bersila, menghadap meja-meja kecil sembari tekun menyimak mushaf di hadapan mereka.
Pemandangan “adem ayem” ini merupakan rutinitas harian yang dijaga ketat oleh pengurus pesantren. Bagi para santri, memulai hari dengan interaksi bersama Al-Qur’an bukan sekadar kewajiban, melainkan kebutuhan ruhani untuk mengisi energi sebelum menjalani aktivitas pendidikan formal.

Lajianto, perwakilan Pengurus DPD Hidayatullah Tuban, mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah pilar utama dalam mencetak generasi yang berkarakter. “Alhamdulillah, pemandangan pagi seperti ini menjadi penyejuk hati. Kami ingin memastikan para santri tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga memiliki kedekatan batin yang kuat dengan Al-Qur’an,” ujarnya saat ditemui di sela-sela kegiatan.
Menurut Lajianto, pembiasaan ini terbukti mampu membangun kedisiplinan dan ketenangan psikologis bagi para santri dalam menyerap pelajaran sepanjang hari.
Kegiatan rutin ini pun mendapat sorotan positif dari jajaran wilayah. Ketua Departemen Dakwah DPW Hidayatullah Jawa Timur, Aep Saepudin, memberikan apresiasi tinggi terhadap istiqomahnya para santri dan pengasuh di Tuban.
“Kami sangat mengapresiasi semangat dakwah Al-Qur’an yang dihidupkan oleh DPD Hidayatullah Tuban. Ini adalah bentuk nyata dari misi kami untuk terus melahirkan kader-kader dakwah yang akrab dengan wahyu Allah sejak dini,” tutur Aep.
Ia berharap tradisi positif ini bisa menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lainnya agar terus menghidupkan suasana qurani di lingkungan masing-masing, sebagai benteng moral di tengah arus modernisasi.
Reporter: Abdullah Basyir
Editor: Aminudin

