BONDOWOSO (hidayatullah.com) – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Bondowoso menggelar Kajian Tarhib Ramadhan bertajuk “4 Strategi Untuk Ramadhan Yang Lebih Baik”. Acara yang berlangsung di Masjid Mush’ab bin Umair, Badean, pada Jumat (13/2) lalu ini menghadirkan pemateri nasional, Ustadz Dr. Anas Burhanuddin, Lc., M.A.
Ketua DPD Hidayatullah Bondowoso, M. Kholiful Maksum, menyampaikan bahwa agenda ini bertujuan untuk menyalakan kembali api semangat spiritualitas kader dan masyarakat umum. Menurutnya, persiapan mental jauh lebih penting daripada sekadar persiapan fisik dalam menyambut bulan seribu bulan tersebut.

“Kita ingin setiap Muslim di Bondowoso menyambut Ramadhan dengan kesadaran penuh bahwa bisa jadi ini adalah Ramadhan terakhir dalam hidup kita. Banyak saudara kita yang tahun lalu masih bersama, kini telah tiada. Maka, Ramadhan kali ini harus dijalani dengan kesungguhan bak ‘shalat perpisahan’,” ujar Kholiful Maksum dalam keterangannya.
Empat Pilar Peningkatan Amal
Dalam pemaparannya, Dr. Anas Burhanuddin menekankan empat strategi utama agar grafik ibadah tahun ini melampaui tahun-tahun sebelumnya. Pertama adalah diversifikasi amal, yakni menambah jenis ibadah mulai dari tilawah, sedekah, hingga penguatan amalan hati seperti ikhlas dan tawakal.
Kedua, peningkatan kuantitas. “Jika tahun lalu khatam sekali, tahun ini harus lebih. Jika tahun lalu sedekahnya sekian, tahun ini ditingkatkan,” urai doktor lulusan Madinah tersebut. Ketiga adalah kualitas, di mana ibadah tidak sekadar menggugurkan kewajiban, namun dilakukan dengan tadabbur dan sesuai tuntunan sunnah.
Ke-empat adalah Strategi pamungkas yang tidak kalah krusial yakni preventif terhadap dosa. Ramadhan bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum untuk “puasa” dari ghibah, dusta, dan kezaliman yang dapat menghanguskan pahala ibadah.
Apresiasi dari Wilayah
Agenda ini mendapat sorotan positif dari jajaran pengurus wilayah. Ketua Departemen Dakwah DPW Hidayatullah Jawa Timur, Aep Saepudin, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif yang dilakukan oleh DPD Bondowoso.
“Kami sangat mengapresiasi langkah cepat DPD Hidayatullah Bondowoso dalam melakukan ‘pemanasan’ ibadah sejak Sya’ban. Ini adalah bentuk dakwah yang konkret untuk membekali umat agar tidak kaget saat memasuki Ramadhan. Harapannya, pola empat strategi ini bisa diduplikasi oleh daerah lain di Jawa Timur,” tutur Aep Saepudin.
Acara ditutup dengan ajakan untuk memperbanyak doa agar dipertemukan dengan bulan Ramadhan dalam kondisi sehat walafiat, serta imbauan untuk menyelesaikan urusan atau hak sesama manusia sebelum memasuki bulan suci agar ibadah menjadi lebih ringan dan tenang
Reporter: Eka Cahya Irman Iriyanto
Editor: Aminudin

