Recharging Iman di Pulau Garam: Catatan dari Majelis Murobbi Bangkalan (Saat Kami Para Murobbi Duduk Bersimpuh Belajar)

Recharging Iman di Pulau Garam: Catatan dari Majelis Murobbi Bangkalan (Saat Kami Para Murobbi Duduk Bersimpuh Belajar)

Bagi kami, para pejuang dakwah di pelosok Madura, bulan Ramadhan bukan sekadar waktu untuk menahan lapar dan dahaga. Ramadhan adalah momentum untuk “pulang” sejenak, mengisi ulang amunisi spiritual yang mulai menipis di tengah padatnya aktivitas keumatan.

Pada Sabtu hingga Minggu, kami berkumpul di Bangkalan dalam agenda Majelis Murobbi Rayon Madura. Dua hari itu menjadi oase bagi kami untuk kembali duduk bersimpuh, membedah kitab, dan memperkuat ukhuwah.


Recharging Iman di Tengah Ramadan

Menghadiri Majelis Murobbi kali ini terasa sangat spesial karena bertepatan dengan pertengahan Ramadan 1447 H. Sebagaimana yang ditekankan oleh Ketua DPD Hidayatullah Bangkalan, Ustaz Damanhuri, kami diingatkan kembali pada pesan agung dalam Surah Ali Imran ayat 79.

“Menjadi pribadi rabbani bukan sekadar label, melainkan tugas untuk terus mengajarkan dan mempelajari Al-Qur’an secara konsisten.”

Pesan tersebut benar-benar menghujam sanubari kami. Di tengah kesibukan mengurus pesantren dan jamaah di daerah masing-masing, sesi kajian dan diskusi keumatan ini menjadi pengingat bahwa seorang pembimbing (murobbi) tidak boleh berhenti belajar. Kami diingatkan untuk menjadi “gelas yang terus diisi” agar bisa terus mengucurkan manfaat bagi orang lain.

Konsolidasi dan Semangat Baru

Bukan hanya soal teori dan kajian kitab, kami merasakan atmosfer persaudaraan yang luar biasa. Dalam sesi diskusi, kami saling berbagi tantangan dakwah yang kami hadapi di lapangan, mulai dari dinamika pendidikan hingga penguatan ekonomi umat di tanah Madura.

Apresiasi dari Sekretaris DPW Hidayatullah Jawa Timur, Ustaz Muh Idris, juga menjadi suntikan moral bagi kami. Beliau menyebut bahwa kami adalah “jantung dari gerakan”. Kalimat itu memberikan tanggung jawab moral yang besar bagi kami untuk memastikan pembinaan di akar rumput tetap berjalan kuat dan berkualitas.


Komitmen Pasca-Majelis

Acara ditutup dengan doa bersama yang sangat khidmat. Kami pulang ke daerah masing-masing—mulai dari ujung Bangkalan hingga Sumenep—dengan membawa “bekal” yang lebih dari sekadar ilmu. Kami pulang dengan:

  • Tekad baru untuk meningkatkan kualitas pembinaan santri dan masyarakat.

  • Strategi dakwah yang lebih matang hasil dari diskusi kolektif.

  • Spirit Rabbani yang akan kami implementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Kami percaya, jika murobbi-nya terus bertumbuh, maka umat pun akan ikut tangguh. Sampai jumpa di majelis ilmu berikutnya!

Reporter: Risal

Editor: Aminudin

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *