Hidayatullahjatim.com – Rayon Kediri secara resmi menggelar kegiatan Daurah Marhalah Ula (DMU) sebagai bagian dari langkah strategis mempersiapkan generasi penerus perjuangan dakwah. Pelatihan kader tingkat dasar ini diselenggarakan selama dua hari, yakni pada Sabtu hingga Minggu, 17–18 Oktober 2026, berpusat di Pondok Arrisalah yang berlokasi di area Kantor BMH Kediri, Jl. Pesantren 6/5, Kota Kediri. Kegiatan ini tercatat diikuti oleh 32 peserta yang merupakan perwakilan dari seluruh unit dan amal usaha Hidayatullah se-Rayon Kediri.
Ketua DMW Hidayatullah Jawa Timur, Ustadz Muhammad Juweni, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya agenda krusial ini. Beliau menekankan bahwa konsistensi dalam pembinaan kader merupakan vitalitas utama bagi keberlangsungan organisasi dan dakwah di tengah tantangan zaman.
“Kami memberikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh jajaran panitia dan pengurus Rayon Kediri atas komitmennya menyelenggarakan Daurah Marhalah Ula. Perkaderan adalah jantung dari perjuangan. Tanpa adanya regenerasi yang terencana dan berkesinambungan, estafet dakwah ini akan mengalami stagnasi,” ujar Ustadz Muhammad Juweni.
Pelaksanaan Daurah Marhalah Ula Rayon Kediri ini mengusung semangat dan komitmen “Mengkader atau Punah!”. Agenda pembinaan ini dirancang secara sistematis dengan melibatkan jajaran instruktur dan pemateri wilayah, seperti Sekretaris DPW Jatim Ust. Muh. Idris, M.Pd., Murobbi Wilayah Jatim Ust. Baihaqi, Lc, Ketua Rayon Kediri Ust. Ridho Suripto, M.Pd, serta Murobbi Rayon Kediri Ust. H. Hebni Syarif, M.Pd dan Ust. Abdul Halim.
Selama dua hari penuh, sebanyak 32 peserta mendapatkan penguatan pemahaman keislaman, wawasan kelembagaan, serta orientasi perjuangan. Para peserta dibimbing untuk memiliki kesiapan mental dan intelektual sebelum diterjunkan secara aktif mengelola berbagai amal usaha di wilayah Kediri dan sekitarnya.
Keselarasan antara strategi dan tindakan langsung juga menjadi fokus utama. Hal ini penting supaya seluruh kader mampu menyesuaikan program dakwah sosial dengan kondisi dan kebutuhan warga di sekitarnya.
Komitmen Regenerasi Sumber Daya Insani Dakwah
Pedoman perjuangan ini dibuat selaras dengan arahan DPP Hidayatullah. DMU pada dasarnya adalah upaya mencetak kader penerus yang berkualitas, agar selalu ada sumber daya manusia yang siap meneruskan dakwah Islam yang membawa rahmat bagi semesta alam.
Pihak penyelenggara menyampaikan bahwa output yang diharapkan dari 32 peserta ini tidak hanya sebatas pemahaman materi, tetapi juga penanaman komitmen moral dan integritas kerja di masing-masing amal usaha. Melalui sinergi antara DMW, DPW, Rayon, dan Baitul Maal Hidayatullah (BMH), proses pengkaderan di Rayon Kediri diproyeksikan akan terus bergulir secara rutin dan terukur.
Editor: Aminudin
