Hidayatullahjatim.com – Yayasan Al Fajri Hidayatullah Bondowoso menggelar kegiatan Tarbiyah Pembinaan Guru dan Karyawan di Bondowoso pada Sabtu (26/9). Kegiatan yang berfokus pada penguatan visi dan misi lembaga melalui manajemen budaya sekolah unggul ini diikuti oleh 89 tenaga pendidik dan kependidikan.

Narasumber utama, Ust. Alimin Mukhtar, S.Sos.I., menekankan pentingnya penguatan fondasi internal serta habituasi nilai-nilai keunggulan di lingkungan sekolah. Menurutnya, keberhasilan lembaga pendidikan Islam sangat bergantung pada kemampuan seluruh sumber daya manusia (SDM) dalam menerjemahkan visi dan misi ke dalam budaya kerja harian.
“Memanajemen budaya sekolah yang unggul bukan sekadar urusan administrasi, melainkan pembentukan karakter dan integritas secara kolektif. Ketika visi dan misi terinternalisasi dengan baik dalam budaya sekolah, kualitas pembelajaran dan pelayanan pendidikan akan meningkat secara signifikan,” kata Ust. Alimin Mukhtar, S.Sos.I. di Bondowoso, Sabtu (26/9).
Agenda pembinaan berlangsung secara intensif mulai pukul 08.00 hingga 11.30 WIB. Selain untuk memperkuat budaya internal, kegiatan ini juga disiapkan sebagai langkah strategis menjelang perhelatan Musyawarah Marhalah Ula (MMR) Rayon Tapal Kuda, sekaligus sebagai sarana penyamaan persepsi dan kesiapan mental jajaran pendidik.
Apresiasi dan Dampak Pembinaan Pendidik
Ketua Departemen Pendidikan Hidayatullah Jawa Timur, Ustadz Muhammad Solehan, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya pembinaan berkelanjutan ini. Beliau menilai langkah yang diambil Yayasan Al Fajri Hidayatullah Bondowoso sangat tepat dalam menjaga semangat mengajar para pendidik.
“Kami sangat mengapresiasi komitmen Yayasan Al Fajri Hidayatullah Bondowoso yang terus konsisten melakukan pembinaan berkelanjutan. Membangun budaya sekolah yang unggul membutuhkan pendidik yang berkarakter kuat dan berdedikasi tinggi. Semoga momentum ini membawa energi positif dan standar baru bagi keunggulan pendidikan Hidayatullah di wilayah Tapal Kuda,” kata Ustadz Muhammad Solehan.
Dampak positif dari kegiatan ini juga dirasakan langsung oleh para peserta. Salah satu guru peserta pembinaan menyampaikan rasa syukurnya atas materi yang dinilai adaptif serta memotivasi pengabdian profesi pendidik.
“Alhamdulillah, materi yang disampaikan menjadi motivasi luar biasa untuk memperkuat performance kami. Ini menjadi pengingat sekaligus pemantik semangat dalam mengemban amanah mulia sebagai pendidik anak bangsa,” kata salah satu peserta guru di Bondowoso, Sabtu (26/9).
Melalui pembinaan budaya sekolah yang kokoh dan konsistensi seluruh jajaran pendidik, Yayasan Al Fajri Hidayatullah Bondowoso optimis dapat terus menghadirkan layanan pendidikan Islam yang berkualitas, berkarakter, dan berdaya saing tinggi.
Reporter: Zaenuri
Editor: Aminudin
