Perkuat Karakter Kader, DPD Hidayatullah Bojonegoro Bedah Urgensi Gerakan Nawafil Hidayatullah

Perkuat Karakter Kader, DPD Hidayatullah Bojonegoro Bedah Urgensi Gerakan Nawafil Hidayatullah

BOJONEGORO (hidayatullahjatim.com) – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Bojonegoro kembali menggelar agenda rutin Halaqoh Ula sebagai sarana penguatan spiritualitas dan integritas kader. Bertempat di pusat dakwah Hidayatullah Bojonegoro, Jum’at (10/4), pertemuan kali ini secara khusus membedah implementasi Gerakan Nawafil Hidayatullah (GNH) dengan fokus utama pada pemantapan ibadah sholat.

Hadir sebagai pemateri utama, Ustaz Rifa’i menekankan bahwa GNH bukan sekadar rutinitas formalitas, melainkan fondasi utama dalam membangun militansi kader. Menurutnya, kualitas sholat—baik wajib maupun sunnah (nawafil)—menjadi parameter keberhasilan seorang kader dalam menjalankan amanah dakwah di tengah masyarakat.


Akselerasi Spiritual melalui GNH

Ketua Departemen Perkaderan DPD Hidayatullah Bojonegoro, Agus Rohmatullah, menegaskan bahwa penekanan pada Bab Sholat dalam GNH ini bertujuan untuk memastikan setiap kader memiliki kedekatan emosional dan spiritual yang kuat kepada Sang Pencipta.

“Halaqoh Ula ini menjadi momentum bagi kami untuk melakukan recharging iman. Dengan memperkuat Gerakan Nawafil, khususnya sholat, kami berharap kader di Bojonegoro tidak hanya cakap secara manajerial, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual yang mumpuni,” ujar Agus di sela-sela kegiatan.

Ia menambahkan bahwa konsistensi dalam menjalankan ibadah sunnah seperti Lailatul Qadr (tahajjud), dhuha, dan rawatib akan membentuk karakter kader yang tangguh dan memiliki etos kerja yang berlandaskan pengabdian.


Apresiasi dari Wilayah

Langkah proaktif DPD Hidayatullah Bojonegoro dalam mengawal program perkaderan ini mendapat sorotan positif dari tingkat wilayah. Ketua Departemen Perkaderan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Jawa Timur, Abdullah Ridho, memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi penyelenggaraan Halaqoh Ula di Bojonegoro.

“Kami sangat mengapresiasi gerak cepat dan fokus DPD Bojonegoro dalam mengawal GNH. Penekanan pada bab sholat adalah langkah fundamental. Kader yang tertib sholatnya, insya Allah akan tertib pula dalam menuntaskan tugas-tugas keumatan,” ungkap Abdullah Ridho melalui keterangan tertulisnya.


Poin Utama Gerakan Nawafil (GNH) Bab Sholat:

  • Sholat Berjamaah di Masjid: Kewajiban bagi kader pria untuk menjaga sholat lima waktu di awal waktu secara berjamaah.

  • Sholat Lail (Tahajjud): Sebagai sarana komunikasi spiritual paling intim di sepertiga malam.

  • Sholat Rawatib & Dhuha: Pelengkap kesempurnaan ibadah wajib dan pembuka pintu keberkahan dalam beraktivitas.

  • Tadabbur Quran: Integrasi bacaan sholat dengan pemahaman makna untuk mencapai derajat khusyuk.

Melalui kegiatan ini, DPD Hidayatullah Bojonegoro berharap GNH tidak lagi menjadi beban kewajiban, melainkan kebutuhan hidup bagi setiap kader untuk terus bertumbuh secara positif di tengah dinamika zaman.

Reporter: Agus Rohmatullah

Editor: Aminudin

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *