TUBAN (hidayatullah.com) – Aura menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H mulai terasa di Bumi Wali. Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Tuban bersinergi dengan Baitul Maal Hidayatullah (BMH) menggelar Tarhib Ramadhan di Aula SD Integral Hidayatullah Tuban, Ahad (15/2). Acara yang berlangsung khidmat ini mengusung tema besar: “Ramadhan sebagai Madrasah Iman dan Penguat Jati Diri Perjuangan.”
Ketua DPD Hidayatullah Tuban, Ustadz Lajianto, menegaskan bahwa menyambut Ramadhan bukan sekadar soal kesiapan fisik, melainkan kesiapan mental dan spiritual yang terstruktur. Dalam sambutannya, ia memaparkan tiga pilar utama program Ramadhan tahun ini.
“Kami fokus pada tiga aspek: Ruhiyah untuk memperdalam kedekatan pada Allah, Ukhuwah untuk mempererat kolaborasi dakwah, dan Maliyah sebagai sarana jihad harta melalui zakat, infak, serta sedekah,” ujar Lajianto.

Kegiatan ini menghadirkan tokoh karismatik, Abah Riza Shalihudin Habibi, pengasuh Pondok Pesantren Ash Shomadiyah Tuban. Dalam tausiyahnya, Abah Riza menekankan bahwa perbaikan bangsa harus dimulai dari unit terkecil, yakni keluarga.
“Rumah tanggaku adalah surgaku. Jika ingin memperbaiki Indonesia, mulailah dari rumah tangga masing-masing,” tegasnya. Ia juga mengingatkan jamaah untuk membentengi keluarga dari api neraka melalui kedisiplinan shalat dan interaksi dengan Al-Qur’an sejak dini.
Tak hanya itu, Abah Riza mewanti-wanti jamaah agar membersihkan hati dari tiga akar dosa: kesombongan, kerakusan, dan hasad (iri dengki). “Sifat-sifat ini yang menghancurkan persatuan. Ramadhan adalah momentum untuk mencuci itu semua dengan akhlak yang lembut dan rendah hati,” tambahnya.
Acara ini mendapat apresiasi khusus dari jajaran wilayah. Ketua Departemen Dakwah DPW Hidayatullah Jawa Timur, Aep Saepudin, yang turut hadir memberikan nilai plus atas inisiatif DPD Tuban yang dinilai sangat progresif dalam menyiapkan mental umat.
“Kami sangat mengapresiasi langkah cepat DPD Hidayatullah Tuban. Tarhib ini bukan sekadar seremoni, tapi bekal strategis agar jamaah tidak kaget saat memasuki Ramadhan. Sinergi dengan tokoh lokal seperti Abah Riza adalah bukti bahwa Hidayatullah inklusif dalam membangun umat,” puji Aep Saepudin.
Antusiasme peserta sangat terasa. Tak hanya dihadiri pengurus, masyarakat umum pun tampak memadati aula. Suasana semakin hangat saat sesi ramah tamah setelah acara usai. Sebagai bentuk kepedulian sosial, BMH membagikan bingkisan Ramadhan kepada warga sekitar.

Kegiatan ditutup dengan makan bersama menu gulai dari dua ekor kambing yang telah disiapkan panitia, memperkuat rasa persaudaraan antar-jamaah sebelum memasuki bulan perjuangan.
Reporter: Abdullah Nafi
Editor: Aminudin

