SUMENEP, (hidayatullahjatim.com) – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Sumenep sukses menjadi tuan rumah penyelenggaraan agenda spiritual dan konsolidasi kader bertajuk Majelis Murobbi Rayon (MMR) Madura. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Ahad (25–26 Juli 2026), tersebut menjadi wahana krusial dalam memperkokoh barisan pembina umat (murobbi) di seluruh kawasan Pulau Garam.
Agenda bernuansa keumatan ini mendapat apresiasi khusus dari pimpinan wilayah. Ketua Dewan Murobbi Wilayah (DMW) Hidayatullah Jawa Timur, Ustadz Juweni, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya silaturahmi sekaligus pembekalan intensif bagi para murobbi di Rayon Madura.
“Majelis Murobbi ini adalah pilar utama dalam merawat konsistensi perjuangan, pemahaman Al-Qur’an, dan peneguhan manhaj kader. Kami memberikan apresiasi mendalam kepada seluruh jajaran pengurus dan peserta yang hadir penuh komitmen di Hidayatullah Sumenep,” ujar Ustadz Juweni.
Selama pelaksanaan, peserta disuguhi materi keilmuan yang komprehensif dan terstruktur. Pada Sesi 1, Murobbi Rayon Ustadz Baihaqi membedah bab awal kitab Tafsir As-Sa’di yang berfokus pada ayat-ayat ketauhidan dan adab pembina umat, yang dilanjutkan dengan materi pendamping Prinsip-Prinsip Perjuangan dan Tarbiyah Jihadiyah.
Memasuki Sesi 2, Ustadz Baihaqi melanjutkan kajian Tafsir As-Sa’di dengan penekanan pada ayat-ayat tazkiyatun nufus (penyucian jiwa) dan konsistensi beribadah. Sesi ini juga dirangkaikan dengan pemaparan materi Manajemen Pendampingan Halaqah dan Kepemimpinan Murobbi di lapangan.
Pada Sesi 3, Ustadz Baihaqi menguatkan pemahaman doktrin organisasi melalui kajian Pemahaman Manhaj Hidayatullah, disusul dengan materi Strategi Dakwah dan Konsolidasi Rayon Madura guna menyamakan visi serta langkah gerak kader.
Tak hanya pembekalan teoritis, majelis ini juga menitikberatkan pada penguatan literasi Islam klasik. Pada Sabtu malam (25/7), Ustadz Damanhuri mengampu sesi Praktek Baca Kitab yang membedah kitab gundul (kitab kuning), engkap dengan penguatan kaidah Nahwu-Shorof serta teknik penerjemahan yang lugas dan tepat.
Keteladanan dan kekhusyukan semakin terasa tatkala memasuki sepertiga malam terakhir, Ahad (26/7). Ustadz Damanhuri bertindak langsung menjadi Imam Shalat Lail. Suasana hisab diri dan permohonan petunjuk Illahi membuncah di tengah keheningan malam Kota Keris.
Memasuki sesi pagi usai Shalat Subuh berjamaah, kegiatan dilanjutkan dengan Diskusi Rayon. Sesi strategis ini membedah analisis peta dakwah Madura, evaluasi efektivitas halaqah di tiap DPD (Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep), pemetaan problematika pembinaan kader, serta penyusunan rekomendasi dan rencana aksi nyata untuk memperluas jangkauan dakwah Hidayatullah di seluruh penjuru Pulau Garam.
Acara ditutup secara khidmat pada Ahad pagi dengan sarapan bersama, sebelum para peserta kembali ke medan juang dakwah masing-masing di seluruh penjuru Madura
Reporter: Ust Bayjuri
Editor: Aminudin
