SURABAYA (hidayatullahjatim.com) โ Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Surabaya kembali memperkokoh spiritualitas kadernya melalui agenda rutin Halaqoh Wustho. Bertempat di kediaman Ustadz Kholis, pertemuan yang dihadiri oleh jajaran murabbi dan mutarabbi ini berlangsung dengan suasana penuh kekhidmatan, Kamis (9/4).
Halaqoh kali ini menghadirkan Ustadz Baihaqi sebagai pemateri utama. Dalam paparannya, beliau membedah secara mendalam Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Mulk ayat 1 hingga 4. Ayat-ayat tersebut menekankan tentang kekuasaan mutlak Allah SWT atas segala sesuatu, serta kesempurnaan ciptaan-Nya yang tanpa cacat.
“Pembahasan ayat awal Al-Mulk ini mengajak kita untuk menyadari hakikat penciptaan hidup dan mati sebagai ujian, guna melihat siapa di antara hamba-Nya yang memiliki amal terbaik (ahsanu ‘amala),” ujar Ustadz Baihaqi di hadapan para peserta Halaqoh Wustho.
Apresiasi Wilayah Kegiatan ini mendapat perhatian khusus dari tingkat wilayah. Ketua Departemen Perkaderan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Jawa Timur, Ustadz Abdullah Ridho, memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi DPD Surabaya dalam menjaga tradisi keilmuan ini.
“Halaqoh adalah jantung dari perkaderan kita. Apa yang dilakukan DPD Surabaya dalam membedah tafsir secara tematik seperti ini sangat krusial untuk menjaga fikrah dan spiritualitas kader tetap berada di jalur yang benar,” ungkap Abdullah Ridho dalam keterangannya.
Komitmen Perkaderan
Sementara itu, mewakili pengurus DPD Hidayatullah Surabaya, Zaenal Muttaqin menegaskan bahwa Halaqoh Wustho akan terus digulirkan secara bergiliran. Menurutnya, selain sebagai sarana tholabul ilmi, forum ini menjadi ruang konsolidasi pemikiran antar kader di Kota Pahlawan.
“Alhamdulillah, pertemuan di kediaman Ustadz Kholis ini berjalan lancar. Kami berharap ruh dari Surah Al-Mulk ini bisa terimplementasi dalam kerja-kerja dakwah pengurus di lapangan,” pungkas Zaenal.
Acara tersebut ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah, memperkuat ukhuwah di antara para penggerak dakwah Hidayatullah Surabaya.
Reporter: Adib Nur Syahid
Editor: Aminudin

