SUMENEP (hidayatullahjatim.com) โ Memasuki pertengahan bulan suci Ramadhan, intensitas ibadah dan pembinaan spiritual di lingkungan Pondok Pesantren Hidayatullah Sumenep justru semakin dipacu. Alih-alih mengambil waktu istirahat di tengah padatnya agenda rutin, para pengurus DPD Hidayatullah Sumenep bersama jajaran pengasuh santri memilih untuk mempererat ukhuwah melalui program “Ngaji Bareng” dalam bingkai Riyadhah Ramadhan.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini diikuti oleh seluruh elemen struktural organisasi. Berdasarkan pantauan, para peserta tampak duduk melingkar di selasar masjid, menyimak materi dan melakukan tadarus bersama. Semangat ini sejalan dengan komitmen lembaga untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum transformasi spiritual bagi para pemimpin sebelum membimbing para santri.
Baijuri, perwakilan Pengurus DPD Hidayatullah Sumenep, menyampaikan bahwa agenda ini merupakan bentuk ikhtiar menjaga ritme ibadah agar tidak kendor di fase pertengahan bulan puasa.
“Insyaa Allah, agenda ini terus berlanjut tanpa jeda. Pengurus dan pengasuh harus menjadi teladan bagi para santri dalam menghidupkan malam-malam Ramadhan. Riyadhah ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sarana pengisian daya spiritual bagi kami,” ujar Baijuri saat ditemui di sela-sela kegiatan.
Apresiasi Wilayah
Semangat pantang surut yang ditunjukkan oleh pengurus di tingkat daerah ini pun mendapat perhatian dari pimpinan wilayah. Ketua Departemen Dakwah DPW Hidayatullah Jawa Timur, Aep Saepudin, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif tersebut.
Menurut Aep, menjaga konsistensi (istiqamah) dalam beribadah di tengah kesibukan mengelola lembaga pendidikan adalah tantangan tersendiri yang harus ditaklukkan.
“Kami sangat mengapresiasi apa yang dilakukan rekan-rekan di DPD Sumenep. Langkah ini menunjukkan bahwa dakwah dan pembinaan diri tidak mengenal kata istirahat. Harapannya, tradisi Riyadhah Ramadhan ini mampu melahirkan pengasuh-pengasuh yang memiliki kedalaman spiritual yang kuat, yang nantinya berdampak langsung pada kualitas pendidikan santri di sana,” tutur Aep Saepudin dalam keterangan tertulisnya.
Kegiatan Riyadhah Ramadhan ini direncanakan akan terus berlangsung hingga akhir bulan suci, dengan fokus pada penguatan bacaan Al-Qur’an, kajian kitab, dan doa bersama untuk kemaslahatan umat.
Reporter: Nasoad
Editor: Aminudin

