‘Kami Tidak Sendiri’, Kisah Haru para Dai Pelosok Jatim Terima Bingkisan Tangguh

‘Kami Tidak Sendiri’, Kisah Haru para Dai Pelosok Jatim Terima Bingkisan Tangguh

SURABAYA (hidayatullahjatim.com) โ€“ Bagi Ustadz Sofyan Amarta, seorang dai yang bertugas di pamekasan, madura Jawa Timur, kabar kedatangan paket “Bingkisan Dai Tangguh” dari Departemen Sosial (Depsos) DPW Hidayatullah Jatim bukan sekadar soal bantuan materi.

Baginya, kiriman itu adalah pesan kuat bahwa perjuangannya di garis depan dakwah tetap dipantau dan diperhatikan oleh pengurus organisasi di tingkat wilayah.

“Kadang di pelosok, medan yang berat dan jauh dari keramaian membuat kami merasa berjuang sendirian. Namun, perhatian seperti ini membuktikan bahwa kami memiliki keluarga besar yang selalu mendukung,” ungkap Ustadz Sofyan Amarta, Senin (16/3/2026).

Suntikan Semangat di Medan Terjal

Kisah ustadz Sofyan Amarta hanyalah satu dari 200 dai tangguh yang tersebar di 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur. Dari ujung timur Banyuwangi hingga ujung barat Ngawi, para dai ini setiap hari berhadapan dengan berbagai tantangan, mulai dari akses jalan yang rusak hingga keterbatasan fasilitas pendidikan bagi warga binaan.

Penyaluran bingkisan ini menjadi “oase” di tengah kepenatan mereka berkhidmat. Ketua Depsos Hidayatullah Jawa Timur, Imam Muslim, menyebut bahwa senyum para dai saat menerima bantuan adalah motivasi terbesar bagi departemennya.

“Penyaluran ini adalah bentuk nyata penghargaan kami. Mereka telah mewakafkan waktu dan tenaganya di medan dakwah. Kami ingin memastikan mereka merasa didukung dan diperhatikan,” ujar Imam Muslim.

Simbol Takzim Organisasi

Ketua DPW Hidayatullah Jawa Timur, Amun Rowie, menegaskan bahwa para dai adalah pilar utama organisasi. Dukungan yang diberikan melalui Depsos merupakan bentuk penghormatan (takzim) atas dedikasi mereka yang tanpa batas.

“Ini adalah bentuk takzim kita kepada para pejuang dakwah. Semoga bingkisan ini menambah semangat serta menjadi pelecut motivasi bagi para dai untuk terus berkhidmat di tengah masyarakat,” tutur Amun Rowie.

Sinergi yang Menguatkan

Bagi para dai di lapangan, program ini mempertegas sinergi antara struktur organisasi dan praktisi dakwah. Rasa memiliki dan saling mendukung ini diharapkan menjadi energi baru untuk terus menebar kemaslahatan umat di seluruh pelosok Jawa Timur.

“Bingkisan ini mungkin sederhana bagi sebagian orang, tapi bagi kami di lapangan, ini adalah energi tambahan untuk terus melangkah,” pungkas salah satu dai di wilayah Banyuwangi.

Editor: Aminudin

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *