Hidayatullahjatim.com – Islamic Boarding School (IBS) SMP Luqman Al Hakim Ngawi kembali mengukuhkan komitmennya dalam penguatan tradisi keilmuan Al-Qur’an. Sebanyak tiga santri berhasil menuntaskan setoran hafalan kitab dasar ilmu tajwid, Tuhfatul Athfal, secara sekali duduk pada periode Oktober 2026 di lingkungan IBS SMP Luqman Al Hakim Ngawi.
Ketiga santri tersebut meraih predikat kelulusan yang membanggakan. Santri atas nama Fauzan bin Muhammad Ikhsan asal Trenggalek berhasil meraih predikat Mumtaz (Istimewa). Sementara itu, dua santri asal Ngawi, yakni Ikhsan bin (Alm.) Prianto dan Qidzan bin Imron Munif, masing-masing memproleh predikat Jayyid Jiddan (Sangat Baik).
Keberhasilan menuntaskan setoran kitab tajwid dalam satu sesi tanpa terputus ini membutuhkan persiapan matang, kedisiplinan tinggi, serta ketelitian yang ekstra dari para santri.
Mas’ul Tahfidz IBS SMP Luqman Al Hakim Ngawi sekaligus penanggung jawab kegiatan, Ustadz Muhammad Ishom At-Tamimi, S.Ag., menyampaikan rasa syukur atas pencapaian anak didiknya tersebut.
“Keberhasilan menyelesaikan setoran dalam satu kali duduk ini merupakan ikhtiar nyata dalam membangun tradisi keilmuan Al-Qur’an. Penguasaan kitab Tuhfatul Athfal menjadi bekal krusial bagi para santri untuk mendalami kaidah bacaan Al-Qur’an secara benar dan tepercaya,” ujar Ustadz Muhammad Ishom At-Tamimi, S.Ag. di IBS SMP Luqman Al Hakim Ngawi.
Pencapaian ini turut mendapat apresiasi tinggi dari pengurus wilayah. Ketua Departemen Pendidikan DPW Hidayatullah Jawa Timur, Ustadz Muhammad Solehan, memberikan penghargaannya atas dedikasi para santri dan ustadz pengampu di Ngawi.
“Kami sangat mengapresiasi capaian luar biasa dari para santri di IBS SMP Luqman Al Hakim Ngawi. Pencapaian ini membuktikan bahwa pembinaan Al-Qur’an yang disiplin dan terarah mampu melahirkan generasi yang tidak hanya hafal, tetapi juga paham akan dasar-dasar ilmu agama,” tegas Ustadz Muhammad Solehan.
Penguatan Pendidikan Integral Berbasis Tauhid
Proses pembinaan di IBS SMP Luqman Al Hakim Ngawi didesain berkelanjutan dan tidak hanya berfokus pada kuantitas hafalan semata. Program ini merupakan bagian dari pilar Pendidikan Integral Berbasis Tauhid yang mengintegrasikan aspek penguatan iman, ilmu, dan pemupukan akhlakul karimah.
Capaian ketiganya diharapkan menjadi inspirasi serta pemantik motivasi bagi santri-santri lainnya untuk semakin gigih, tekun, dan istiqamah dalam mempelajari serta mendalami ilmu-ilmu agama.
Ustadz Muhammad Ishom At-Tamimi menambahkan bahwa keberhasilan ini diharapkan melatih rasa percaya diri santri dalam menuntut ilmu. Semangat yang diusung dalam program ini terangkum dalam pesan utama: “Menghafal dengan kesungguhan, memahami dengan ilmu, dan mengamalkan dengan akhlak.”
Melalui capaian ini, IBS SMP Luqman Al Hakim Ngawi mempertegas langkahnya dalam mencetak generasi muslim yang berilmu, beradab, serta memiliki karakter Islami yang kuat untuk masa depan.
