Hidayatullahjatim.com – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Ngawi menggelar kegiatan Halaqoh Kader Wustho Hidayatullah Ngawi di Masjid Sayidi Mulyowijoyo, Kampus 2 Hidayatullah Ngawi, pada Rabu (7/10/2026). Forum pembinaan berkala ini dihadiri oleh para Kader Wustho, khususnya mereka yang mengemban amanah sebagai pendidik dan guru di lingkungan unit pendidikan Hidayatullah Ngawi.
Rangkaian acara diawali dengan pencerahan bimbingan tahsin Al-Qur’an Surat Al-Quraisy yang dipandu oleh Pemegang Sanad Al-Qur’an Hafs ‘an ‘Ashim melalui jalur Syathibiyah, Ustadz Muhammad Ishom At-Tamimi, S.Ag. Sesi penguatan bacaan ini ditujukan sebagai sarana upgrading kapasitas spiritual dan kualitas guru agar senantiasa memiliki kelayakan standar serta keselarasan dalam mengawal visi pendidikan organisasi.
Agenda pembinaan kemudian dilanjutkan dengan pendalaman materi manhaj dan diskusi interaktif bertema “Makna Jihad” yang disampaikan langsung oleh Murobbi Kader Wustho Hidayatullah Ngawi, Ustadz Muhammad Juweni. Dalam pencerahannya, ia menegaskan pentingnya meluruskan pemahaman mengenai terminologi perjuangan Islam agar tidak mudah disalahartikan secara sempit.
“Memahami istilah jihad tidak semata-mata dialamatkan kepada perang. Dalam pengertian yang lebih umum, jihad bermakna usaha yang sungguh-sungguh untuk mencapai hasil yang optimal,” kata Ustadz Muhammad Juweni di Masjid Sayidi Mulyowijoyo, Kampus 2 Hidayatullah Ngawi, Rabu (7/10/2026).
Ustadz Muhammad Juweni memaparkan bahwa jihad dalam perspektif Islam mencakup ranah yang sangat luas serta penerapannya wajib disesuaikan dengan konteks maupun medan yang sedang dihadapi. Menurutnya, pemahaman yang keliru terhadap medan perjuangan berpotensi melahirkan kesalahan bersikap dan mengambil keputusan di lapangan. Oleh sebab itu, setiap kader dinilai membutuhkan tuntunan ilmu agar tindakan yang diambil tetap berada pada panduan yang benar.
Ia menambahkan bahwa jihad pada hakikatnya merupakan bagian integral dari upaya menegakkan agama (iqamatud din) dengan cara-cara yang mulia dan terukur. Istilah aqaama-yuqiimu-iqaamah mencerminkan keseriusan penuh dalam menjalankan syariat. Di samping menguasai fiqih syariah, para kader pendidik juga dituntut untuk memahami fiqih dakwah secara mendalam sebagai bekal menjalankan amanah di medan perjuangan pendidikan.
Penguatan Kualitas Pendidik dan Apresiasi Wilayah
Ruang halaqoh ini juga menjadi sarana evaluasi dan refleksi bagi para kader pendidik agar amanah mengajar tidak sekadar dipandang sebagai profesi formal, melainkan bagian dari ikhtiar membina generasi berlandaskan nilai-nilai Islam. Kegiatan ini mendapatkan apresiasi positif dari Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Jawa Timur atas konsistensi pembinaan yang dijalankan di tingkat daerah.
Ketua Departemen Perkaderan DPW Hidayatullah Jawa Timur, Ustadz Abdullah Ridho, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya Halaqoh Kader Wustho secara berkelanjutan di Kabupaten Ngawi. Ia menilai pengilmuan manhaj dan penguatan Al-Qur’an secara rutin merupakan fondasi utama dalam menjaga ritme perjuangan serta kualitas kader pendidik di lapangan.
“Kami menyambut baik dan memberikan apresiasi atas komitmen pembinaan Kader Wustho di Hidayatullah Ngawi. Perpaduan antara penguatan Al-Qur’an dan pendalaman manhaj ini sangat krusial agar seluruh pendidik memiliki kesatuan pandangan, kematangan ilmu, serta keteguhan visi dalam membimbing generasi penerus,” kata Ustadz Abdullah Ridho saat memberikan tanggapannya, Rabu (7/10/2026).
Melalui pembinaan berkelanjutan ini, para peserta yang hadir mengaku mendapatkan ruang refleksi dan amunisi pemikiran baru untuk mengevaluasi amanah dakwah yang sedang dijalankan. Diharapkan perpaduan antara penguatan bacaan Al-Qur’an dan wawasan fiqih dakwah ini dapat semakin melahirkan kader yang matang secara intelektual dan kokoh dalam menjalankan visi pendidikan Hidayatullah.
Kontributor: Huda
Editor: Aminudin
