Hidayatullah Bondowoso Teguhkan Jati Diri, Siap Ambil Peran Strategis Menuju 2045

Hidayatullah Bondowoso Teguhkan Jati Diri, Siap Ambil Peran Strategis Menuju 2045

BONDOWOSO (hidayatullahjatim.com) – Di tengah rintik hujan yang turun sejak pagi, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Bondowoso menggelar Musyawarah Daerah (Musda) pada Kamis (8/1/2026). Suasana sejuk yang menyelimuti kegiatan justru menambah kekhidmatan forum konsolidasi organisasi yang menandai penataan arah gerak dakwah ke depan.

Musda ini mengusung tema “Meneguhkan Jati Diri, Menumbuhkan Kemandirian, Menebar Kebermanfaatan”, yang dipertegas sebagai ikhtiar Hidayatullah dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Forum diikuti unsur organisasi secara lengkap, mulai dari DPD, DPC, amal usaha pendidikan, Mushida, hingga Pemuda Hidayatullah.

Dari Pengurus Wilayah Hidayatullah Jawa Timur, Musda didampingi oleh Ustadz Abdullah Basyir, S.E. dari Departemen Organisasi dan Ustadz Mohammad Sholehan, M.Pd.I. dari Departemen Pendidikan. Dalam arahannya, pendamping Musda menegaskan bahwa tema yang diangkat bukan sekadar slogan, melainkan kompas gerakan organisasi.

“Tema ini menegaskan bahwa Hidayatullah tidak boleh berjalan di pinggir sejarah. Kita harus hadir aktif, menyiapkan kontribusi nyata bagi umat dan bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” disampaikan dalam arahan DPW di hadapan peserta Musda.

Rangkaian sidang Musda berlangsung khidmat dan dinamis. Kehadiran Ustadz Mohammad Hasib, pendiri dan perintis Hidayatullah Bondowoso, menjadi penambah energi tersendiri bagi peserta. Sosok perintis tersebut menghadirkan suasana kehangatan, sekaligus pengingat bahwa perjalanan dakwah dibangun melalui ketekunan dan kesinambungan lintas generasi.

Musda ini juga mencerminkan soliditas internal organisasi. Seluruh elemen hadir dan terlibat aktif, mulai dari struktur DPC, unsur pendidikan, amal usaha, Mushida, hingga Pemuda. Kebersamaan tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi di tingkat daerah.

Melalui Musda ini, Hidayatullah Bondowoso diharapkan mampu mempertegas jati diri gerakan, menumbuhkan kemandirian program, serta memperluas kebermanfaatan dakwah di tengah masyarakat. Di bawah tantangan zaman yang terus bergerak, Musda menjadi ruang strategis untuk memastikan langkah organisasi tetap relevan, terarah, dan memberi kontribusi nyata bagi umat dan bangsa.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *