BOJONEGORO (hidayatullahjatim.com) โ Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Bojonegoro terus berkomitmen memperkuat mental dan spiritual kadernya. Salah satunya melalui agenda Kajian Rutin Rabu Malam yang digelar di Kampus 2 Hidayatullah, Banjarsari, Bojonegoro.
Kajian yang berlangsung khidmat ini menghadirkan Ustadz Abdullah Ridho A. sebagai pemateri utama, dengan mengangkat tema sentral “Muhasabah dan Motivasi”.
Pengurus DPD Hidayatullah Bojonegoro, Rifa’i, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan wadah krusial untuk menjaga konsistensi perjuangan para kader. Menurutnya, dinamika dakwah di lapangan menuntut setiap kader untuk rajin bercermin diri (muhasabah) agar niat tetap lurus dan semangat tetap terjaga.
“Melalui kajian rutinan ini, kami ingin memastikan bahwa setiap kader di Bojonegoro memiliki imun spiritual yang kuat. Muhasabah membuat kita sadar kekurangan, sementara motivasi memberikan energi baru untuk terus bergerak,” ujar Ustadz Rifa’i.
Apresiasi dari Wilayah
Agenda konsisten yang digawangi oleh DPD Hidayatullah Bojonegoro ini rupanya mendapat sorotan positif dari tingkat wilayah. Sekretaris Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Jawa Timur, Ustadz Muh Idris, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kajian rutin ini.
Menurut Ustadz Idris, langkah DPD Hidayatullah Bojonegoro dalam menjaga ritme perkaderan patut dicontoh. Ia menegaskan bahwa kekuatan lembaga di masa depan sangat bergantung pada kualitas perkaderan yang dilakukan hari ini.
-
Pentingnya Istikamah: Mempertahankan kajian rutin secara konsisten adalah kunci utama keberhasilan perkaderan.
-
Penguatan Karakter: Tema muhasabah sangat relevan untuk membangun karakter kader yang rendah hati namun progresif.
-
Inspirasi Wilayah: Langkah Bojonegoro diharapkan mampu memicu DPD lain di Jawa Timur untuk lebih masif menggelar kegiatan serupa.
“Kami dari DPW Hidayatullah Jatim sangat mengapresiasi konsistensi teman-teman DPD Bojonegoro. Menjaga semangat kader melalui muhasabah dan motivasi adalah langkah strategis agar roda organisasi dan dakwah terus berputar cepat,” tutur Ustadz Muh Idris.
Kajian yang bertempat di Kampus 2 Banjarsari ini dihadiri oleh puluhan kader dan jamaah setempat. Acara ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan doa bersama untuk keselamatan serta kemajuan dakwah Islam, khususnya di wilayah Bojonegoro.
Reporter: Ahmad
Editor: Aminudin

