KAB. MOJOKERTO (hidayatullahjatim.com) – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Kabupaten Mojokerto sukses memfasilitasi agenda Kopi Darat (Kopdar) dan Konsolidasi Anggota Lembaga Sembelih Halal (LSH) Hidayatullah se-Jawa Timur. Pertemuan strategis yang digelar pada Minggu (24/5) tersebut dihadiri oleh puluhan praktisi dan Juru Sembelih Halal (Juleha) dari berbagai daerah di Jatim.
Ketua DPD Hidayatullah Kabupaten Mojokerto, Ustadz Masduki, selaku tuan rumah secara resmi membuka acara tersebut. Dalam sambutannya, Masduki menegaskan bahwa kehadiran LSH memiliki peran yang sangat vital dalam menjaga sekaligus menjamin rantai pasok produk daging yang dikonsumsi masyarakat muslim agar benar-benar memenuhi prinsip halalan thayyiban.
“Keberadaan LSH ini bukan sekadar profesi teknis, melainkan pejuang syariah, dakwah, dan jihad. Tugas utamanya adalah memastikan daging yang dikonsumsi umat Islam sah secara hukum agama dan baik secara kualitas,” ujar Masduki.
Empat Urgensi Utama Kehadiran LSH Hidayatullah
Secara garis besar, Masduki memaparkan empat pilar penting di balik berdirinya LSH Hidayatullah di setiap daerah:
-
Garda Terdepan Penjamin Syariat: Memastikan proses penyembelihan hewan dilakukan secara benar, wajib menyebut asma Allah, serta memotong saluran pernapasan (tenggorokan), saluran makanan (kerongkongan), dan dua urat nadi utama.
-
Menjaga Keabsahan Ibadah: Konsumsi makanan halal merupakan syarat mutlak diterimanya doa dan ibadah. LSH memastikan daging yang beredar di masyarakat terbebas dari status syubhat (diragukan) atau risiko menjadi bangkai akibat kesalahan teknis menyembelih.
-
Wadah Kaderisasi Terstruktur: LSH Hidayatullah bukan sekadar unit operasional pemotongan hewan, melainkan ekosistem yang melahirkan generasi baru pemimpin, edukator, dan ahli fikih terapan di bidang industri halal.
-
Unit Usaha Produktif Organisasi: LSH sangat potensial menjadi Unit Usaha Otonom yang mendatangkan pendapatan mandiri (revenue stream) bagi organisasi. Seiring ketatnya kewajiban sertifikasi halal di Indonesia, kebutuhan jasa pemotongan, pelatihan, dan pendampingan halal melonjak tajam, sehingga LSH memiliki nilai ekonomi yang tinggi.
Bukan Sekadar Teknis, Melainkan Dakwah Riil
Sementara itu, Ketua LSH Hidayatullah Jawa Timur sekaligus Ketua Panitia Kegiatan, Agus Rahmatullah, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memperluas peran lembaga sembelih halal di Jawa Timur.
“Semakin banyak hadir Lembaga Sembelih Halal di Jawa Timur, maka kepastian makanan halal di tengah masyarakat juga akan semakin besar,” ujarnya optimis.
Dalam pemaparannya di hadapan peserta, Agus menegaskan bahwa lembaga sembelih halal bukan sekadar aktivitas teknis penyembelihan semata, melainkan bagian dari instrumen dakwah nyata.
“LSH harus menjadi lembaga dakwah riil untuk menghadirkan dan menjamin kehalalan daging yang harus melalui proses penyembelihan sesuai syariat,” jelas Agus.
Apresiasi dari Wilayah
Langkah progresif DPD Hidayatullah Kabupaten Mojokerto ini memantik apresiasi positif dari jajaran wilayah. Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Jawa Timur, Ustadz Amun Rowie, memberikan acungan jempol atas terselenggaranya konsolidasi ini.
Menurut Amun Rowie, langkah ini menjadi momentum penting untuk menyatukan visi para juru sembelih halal di bawah naungan Hidayatullah guna merespons kebutuhan pasar industri halal yang semakin masif di Jawa Timur.
Kopdar LSH Hidayatullah Jatim kali ini diikuti oleh sekitar 25 peserta yang merupakan representasi dari 9 perwakilan kabupaten/kota. Di antaranya berasal dari Bojonegoro, Gresik, Lamongan, Mojokerto Kota, Mojokerto Kabupaten, Surabaya, Pasuruan, Jombang, dan Tuban. Melalui konsolidasi ini, diharapkan standardisasi sembelih halal dapat terimplementasi secara merata di seluruh wilayah tersebut.
Reporter: Ali Mufrod
Editor: Aminudin
