MADIUN (hidayatullahjatim.com) – Suasana khidmat menyelimuti pertemuan Majelis Murobbi Rayon Madiun yang digelar di Ngawi belum lama ini. Pertemuan rutin tersebut menjadi momen emosional saat dirangkaikan dengan penyerahan tali asih bagi para pejuang dakwah yang telah menyelesaikan masa baktinya di kepengurusan DPD periode 2020–2025.
Murobbi Rayon Madiun, Ustadz Mohammad Juweni, menyampaikan bahwa agenda ini bukan sekadar seremoni formalitas. Baginya, ini adalah bentuk penghormatan tertinggi organisasi terhadap dedikasi tanpa batas yang telah diberikan oleh para kader.
“Perjuangan di jalur dakwah tidak mengenal kata pensiun dalam beramal, namun secara struktural, regenerasi adalah keniscayaan. Kami mengucapkan Jazakumullahu Khoiron atas keringat dan pikiran yang telah dicurahkan selama lima tahun terakhir. Semoga menjadi pemberat timbangan amal kebaikan,” ujar Ustadz Mohammad Juweni.
Enam kader purna tugas yang menerima apresiasi tersebut adalah Ust. Rahmat, Ust. Abdullah, Ust. Imam, Ust. Agung, Ust. Kartam, dan Ust. Imam Sujatmiko. Keenamnya dikenal sebagai pilar penggerak roda organisasi di wilayah Madiun Raya dalam kurun waktu satu periode terakhir.
Langkah Majelis Murobbi Rayon Madiun ini mendapat apresiasi positif dari tingkat wilayah. Ketua Departemen Dakwah DPW Hidayatullah Jawa Timur, Aep Saepudin, yang turut hadir memberikan pernyataan penguatan. Ia menilai tradisi mengapresiasi kader adalah budaya organisasi yang sehat untuk menjaga soliditas.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif Majelis Murobbi Rayon Madiun. Apa yang telah dilakukan oleh Ust. Rahmat dan kawan-kawan adalah bukti nyata loyalitas kepada umat. Harapannya, meski sudah purna tugas di kepengurusan, ilmu dan bimbingan mereka tetap mengalir bagi para kader muda di Rayon Madiun,” ungkap Aep Saepudin.
Acara yang berlangsung di bawah spanduk bertuliskan kutipan Surah Ali Imran ayat 104 ini ditutup dengan doa bersama. Pesan kuat yang tersampaikan jelas: bahwa dakwah adalah estafet panjang, dan setiap pengabdian akan selalu menemukan tempat terhormat dalam sejarah organisasi. Baarakallahu fiikum Jami’an.
Reporter: Aziz
Editor: Aminudin

