SIDOARJO (hidayatullahjatim.com) – Ada pemandangan berbeda di Hall Kantor Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Sidoarjo pada Kamis (30/4) malam lalu. Alih-alih formal dan kaku, suasana Lailatul Ijtima’ yang digelar DPD Hidayatullah Sidoarjo justru berlangsung cair dan hangat. Mengusung konsep dialog interaktif ala program televisi “Empat Mata”, para aktivis dan jamaah tampak gayeng berdiskusi sembari menikmati jagung bakar.
Hadir sebagai narasumber utama, Kepala Departemen Organisasi DPW Hidayatullah Jawa Timur, Ustadz Abdullah Basyir, SE. Dalam balutan suasana santai, para peserta dari berbagai unsur amal usaha seperti BMH, BTH, PPH, hingga Pemuda Hidayatullah, leluasa melontarkan pertanyaan. Mulai dari strategi kaderisasi yang serius hingga obrolan ringan mengenai impian perjuangan organisasi ke depan.
Ketua DPD Hidayatullah Sidoarjo, Miftahul Amin, mengungkapkan bahwa pemilihan format nonformal ini sengaja dilakukan untuk meruntuhkan sekat komunikasi antar-elemen organisasi. Menurutnya, kegembiraan adalah fondasi penting dalam menjalankan amanah dakwah.
“Mengacu pada spirit QS Yunus ayat 58, kita harus menyambut karunia Allah dengan gembira. Ada tiga pesan yang kami tekankan: tetap ceria dalam menjalankan amanah, senang dalam beribadah, dan selalu senang saat bertemu sesama saudara. Kebersamaan inilah kunci sukses perjuangan kita,” ujar Miftahul Amin.

Dalam sesi inti, halaqah membahas konsep imamah jama’ah sebagai fondasi dalam kehidupan berorganisasi dan berjama’ah. Diskusi menekankan bahwa imamah bukan sekadar struktur kepemimpinan formal, tetapi merupakan sistem ketaatan kolektif yang berlandaskan pada nilai-nilai Al-Qur’an dan Sunnah.
Para peserta diajak memahami bahwa keberhasilan jama’ah sangat ditentukan oleh kualitas hubungan antara imam dan makmum, yang dibangun atas dasar kepercayaan, ketaatan, serta komitmen bersama dalam menjalankan visi perjuangan. Konsep ini juga menjadi penting dalam menjaga kesatuan arah, menghindari konflik internal, serta memperkuat efektivitas gerakan dakwah.
Suasana halaqah berlangsung hangat, interaktif, dan penuh semangat keilmuan. Para peserta aktif berdiskusi dan mengaitkan materi dengan realitas kehidupan organisasi serta tantangan dakwah saat ini.
Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta tidak hanya memahami konsep imamah secara teoritis, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan berjama’ah sehari-hari, sehingga tercipta jama’ah yang solid, terarah, dan penuh keberkahan
Momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk langkah strategis organisasi. Kepala Departemen Perkaderan DPD Sidoarjo, Abah Irul, secara resmi melakukan launching pembagian halaqah di beberapa titik wilayah Sidoarjo. Langkah ini diproyeksikan sebagai instrumen penguatan pembinaan kader hingga ke tingkat akar rumput.
Inisiatif DPD Hidayatullah Sidoarjo ini mendapat apresiasi positif dari tingkat wilayah. Ketua Departemen Perkaderan DPW Hidayatullah Jawa Timur, Abdullah Ridho, memberikan pujian atas inovasi kegiatan tersebut. Ia menilai pengemasan acara yang kreatif mampu menyerap aspirasi jamaah dengan lebih efektif.
“Kami sangat mengapresiasi langkah DPD Sidoarjo. Konsolidasi yang dibalut dengan suasana hangat seperti ini sangat efektif untuk menyegarkan semangat kader. Apalagi dibarengi dengan pemetaan halaqah yang jelas, ini menjadi percontohan yang baik bagi daerah lain dalam memperkuat soliditas jamaah,” tutur Abdullah Ridho.
Acara yang berlangsung hingga larut malam tersebut ditutup dengan sesi makan jagung bakar bersama. Melalui kegiatan ini, DPD Hidayatullah Sidoarjo berharap sinergi antar-lembaga pendukung semakin solid dalam memberikan manfaat bagi masyarakat luas di Kota Delta.
Reporter: Syahri Sauma
Editor: Aminudin
