KOTA MADIUN (hidayatullahjatim.com) – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Kota Madiun kembali menggelar agenda rutin Kajian Jumat Sore di markas dakwahnya, Jumat (24/7). Mengangkat tema Fiqh Ibadah, kegiatan ini ditujukan untuk memperkuat pemahaman dasar syariat serta meningkatkan kualitas ibadah harian para jamaah.

Kajian menghadirkan pemateri Ustadz Muhammad Hamzah FQ. Dalam pemaparannya, beliau mengupas tuntas pentingnya memahami Fiqh Ibadah sebagai landasan utama agar setiap amal ibadah yang dilakukan sah secara syariat dan diterima oleh Allah SWT.
Ustadz Muhammad Hamzah FQ menekankan dua syarat utama diterimanya ibadah, yaitu keikhlasan niat semata-mata karena Allah dan kesesuaian tata cara (ittiba’) dengan contoh yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Beliau mendalami materi mulai dari kebersihan bersuci (thaharah), kesempurnaan wudhu, hingga rukun dan kekhusyukan dalam shalat.
“Sering kali kita terjebak pada rutinitas ibadah tanpa memperhatikan rincian fiqh-nya. Padahal, hal-hal mendasar seperti keabsahan bersuci dan rukun shalat menentukan kualitas ibadah kita. Memahami fiqh ibadah membuat kita tidak hanya sekadar menjalankan kewajiban, tetapi juga merasakan kekhusyukan dan ketenangan jiwa,” papar Ustadz Muhammad Hamzah FQ di hadapan para jamaah. Beliau juga menambahkan penjelasan mengenai fikih muamalah dan ibadah sunnah yang dapat melengkapi serta menyempurnakan amalan harian.

Pengurus DPD Hidayatullah Kota Madiun, Ustadz Nashrullah Juhdy, menyampaikan bahwa forum kajian rutin ini diproyeksikan sebagai wadah pembinaan umat yang konsisten dan berkelanjutan.
“Kegiatan ini terbuka untuk umum. Kami ingin menjadikan Kajian Jumat Sore sebagai sarana untuk mempererat silaturahmi sekaligus menimba ilmu agama yang praktis dan langsung bisa diterapkan dalam keseharian,” ujar Ustadz Nashrullah Juhdy.
Pelaksanaan agenda ini turut mendapat apresiasi positif dari Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Jawa Timur. Ketua Departemen Dakwah DPW Hidayatullah Jawa Timur, Ustadz Aep Saepudin, menyambut baik konsistensi DPD Kota Madiun dalam menghidupkan syiar dakwah di daerah.
“Kami mengapresiasi komitmen DPD Hidayatullah Kota Madiun yang terus konsisten mengedukasi jamaah melalui kajian-kajian tematik seperti fiqh ibadah ini. Ini bagian penting dari dakwah yang menyejukkan dan menguatkan pondasi keumatan di Jawa Timur,” tutur Ustadz Aep Saepudin.
Kajian yang didukung oleh Sakinah, Baitul Maal Hidayatullah (BMH), dan Darul Madinah ini berlangsung khidmat hingga menjelang waktu maghrib dan ditutup dengan doa bersama.
Reporter: Muh Irfan
Editor: Aminudin
