Dari Sumenep, Musda Hidayatullah Rayon Madura Kukuhkan 4 Ketua DPD

Dari Sumenep, Musda Hidayatullah Rayon Madura Kukuhkan 4 Ketua DPD

SUMENEP (hidayatullahjatim.com) – Kampus Hidayatullah Sumenep menjadi titik temu kader Hidayatullah dari empat kabupaten di Madura. Pada Sabtu (3/1/2026), Musyawarah Daerah (Musda) DPD Hidayatullah Rayon Madura digelar untuk menyatukan langkah sekaligus menetapkan kepemimpinan baru di tingkat kabupaten.

Musda ini bukan sekadar forum rutin. Bagi peserta, agenda tersebut menjadi ruang evaluasi dan konsolidasi: menimbang capaian, memetakan tantangan, serta menyusun prioritas kerja ke depan. Di tengah dinamika sosial yang terus berubah, organisasi dinilai perlu memastikan gerak dakwah, pendidikan, dan pelayanan sosial tetap berjalan terarah dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Musda juga memperlihatkan dua pesan sekaligus: keberlanjutan dan regenerasi. Sejumlah daerah memilih melanjutkan kepemimpinan karena dinilai masih dibutuhkan untuk menjaga kesinambungan program. Sementara daerah lain mendorong kader yang sebelumnya bekerja di balik layar organisasi untuk mengambil peran lebih strategis di barisan depan.

Di Kabupaten Sumenep, amanah ketua kini dipegang Baijuri, M.Pd. Sosok yang sebelumnya bertugas sebagai bendahara DPD Sumenep itu dipercaya memimpin untuk periode berikutnya. Penetapan ini menjadi sinyal kuat bahwa kaderisasi internal berjalan, sekaligus memberi ruang kepada pengurus yang telah memahami ritme manajerial organisasi untuk memimpin secara lebih menyeluruh.

Sementara Pamekasan mempertahankan kepemimpinan Ust. Fauzan, yang kembali dipilih setelah sebelumnya juga menjabat sebagai Ketua DPD. Keputusan ini mencerminkan keinginan peserta Musda agar program yang sudah berjalan bisa dilanjutkan dan ditingkatkan, dengan pola kerja yang telah terbentuk.

Pola serupa terjadi di Sampang. Sofyan Amarta, M.I.Kom kembali mendapat mandat memimpin DPD Sampang. Kepercayaan yang kembali diberikan kepada Sofyan dinilai menjadi modal penting untuk memperkuat koordinasi internal, menjaga konsistensi program, serta memperluas jangkauan kegiatan organisasi di wilayah tersebut.

Adapun untuk Bangkalan, Musda menetapkan Damanhuri, M.Pd. sebagai ketua. Damanhuri dikenal sebagai dosen STAI Luqman Al Hakim Surabaya dan merupakan alumni Hidayatullah Pamekasan. Penetapan ini sekaligus menegaskan keterhubungan kader lintas wilayah di Madura, serta membuka ruang kontribusi lebih luas dari kalangan akademisi untuk penguatan program organisasi.

Selain menetapkan kepemimpinan, Musda Rayon Madura juga menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antar-DPD. Dengan karakter wilayah yang berbeda-beda, sinergi antar kabupaten dinilai penting agar program berjalan saling menguatkan, bukan bergerak sendiri-sendiri. Pertemuan semacam ini juga diharapkan memperkuat budaya kerja kolektif, termasuk dalam pengembangan SDM, peningkatan kualitas program, serta konsistensi pembinaan kader.

Dengan hasil Musda ini, masing-masing DPD diharapkan segera menyusun langkah kerja, memperkuat koordinasi lintas wilayah, serta menyiapkan agenda program yang lebih terukur. Kepemimpinan yang telah dikukuhkan menjadi titik awal untuk mempercepat konsolidasi internal sekaligus memperluas kontribusi Hidayatullah di empat kabupaten di Pulau Madura.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *