hidayatullahjatim.com — Di tengah dinamika zaman modern yang penuh dengan arus informasi dan tantangan moral global, pembentukan karakter generasi muda, khususnya kaum santri, menjadi fondasi utama dalam menjaga ketahanan umat dan bangsa. Menyadari urgensi tersebut, pada hari Rabu, 16 September 2026 pukul 08.00 hingga 10.00 WIB, telah sukses diselenggarakan kegiatan Kajian Motivasi Santri Putri dengan mengusung tema inspiratif: “From Nothing to Victory: Kenali Dirimu dan Lebih Kenali Musuhmu”.
Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh 35 santri putri beserta 5 orang pengasuh pendamping. Bertindak sebagai narasumber utama adalah Ustadzah Ode Santi Soekanto, seorang tokoh inspiratif yang memiliki pengalaman luas baik di dalam maupun luar negeri dalam bidang pembinaan karakter dan keumatan.
Mengenal Jati Diri dan Mewaspadai Ancaman Era Modern
Dalam pemaparannya, Ustadzah Ode Santi Soekanto menekankan pentingnya kesadaran spiritual dan intelektual di kalangan santri putri. Beliau membuka materi dengan mengingatkan betapa agungnya ciptaan Allah SWT, mulai dari penciptaan manusia hingga luasnya gugusan planet di alam semesta.
“Tubuh dan diri kita diciptakan atas keagungan Allah SWT yang luar biasa. Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita menjaga diri dengan cara mengenali potensi diri kita yang sebenarnya, serta memperbanyak ilmu agama, pendalaman Al-Qur’an, diiringi dengan penguasaan ilmu pengetahuan dunia,” ujar Ustadzah Ode di hadapan para santri.
Lebih lanjut, beliau memberikan peringatan tegas agar para santri senantiasa berhati-hati menghadapi tantangan zaman modern. Menurutnya, saat ini terdapat berbagai ancaman tersembunyi yang berupaya menghancurkan moral generasi muda. Jika di wilayah konflik seperti Gaza saudara-saudara Muslim menghadapi kehancuran fisik melalui peperangan, maka di era modern saat ini generasi muda diuji melalui perang pemikiran dan budaya.
“Kita harus waspada. Musuh-musuh peradaban berusaha menghancurkan kita lewat berbagai cara penyimpangan moral seperti kampanye LGBT, hingga fenomena FOMO (Fear of Missing Out) yang membuat remaja kerap mengikuti segala tren tanpa menyaring apakah hal tersebut benar secara syariat atau menyimpang,” tegasnya.
Sebagai bentuk solidaritas dan empati kemanusiaan, sesi kajian juga ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan khusus untuk keselamatan dan kemenangan saudara-saudara kaum Muslimin yang sedang menghadapi peperangan di berbagai penjuru dunia.
Apresiasi Kepala Sekolah dan Pimpinan Wilayah Hidayatullah Jatim
Terselenggaranya forum motivasi ini mendapat sambutan serta apresiasi tinggi dari jajaran pimpinan lembaga pendidikan. Kepala Sekolah, Ust. Slamet, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas suksesnya pelaksanaan acara tersebut.
“Kegiatan semacam ini merupakan momentum kolaborasi strategis yang tidak boleh berhenti hanya sekali ini saja. Kerja sama pembinaan seperti ini harus terus berlanjut guna membentuk pemahaman yang komprehensif bagi para santri mengenai kondisi diri mereka sekaligus realitas bangsa kita saat ini. Terlebih, kita menghadirkan pemateri hebat yang telah memiliki rekam jejak dan pengalaman luas di dalam maupun luar negeri.” — Ust. Slamet (Kepala Sekolah)
Apresiasi senada juga datang dari tingkat wilayah. Ketua Departemen Pendidikan Hidayatullah Jawa Timur, Ustadz Muhammad Solehan, memberikan pandangan positif serta dukungan penuh terhadap inisiatif pembinaan santri putri ini.
“Kami di Departemen Pendidikan Hidayatullah Jawa Timur sangat mengapresiasi dan menyambut baik Kajian Motivasi Santri Putri ini. Di era disrupsi informasi seperti sekarang, penguatan identitas keislaman, penguasaan ilmu Al-Qur’an, dan kepekaan terhadap ancaman moral global adalah harga mati. Santri putri adalah calon ibu peradaban yang kelak melahirkan generasi emas bangsa. Pembinaan mendalam seperti yang disampaikan Ustadzah Ode Santi Soekanto ini menjadi benteng kokoh dalam mencetak generasi yang cerdas intelektual dan tangguh spiritual.” — Ustadz Muhammad Solehan (Ketua Departemen Pendidikan Hidayatullah Jatim)
Melalui sinergi dan pembinaan berkesinambungan ini, diharapkan para santriwati mampu tumbuh menjadi pribadi yang berdaya saing tinggi, berakhlak mulia, serta siap menjadi agen perubahan positif bagi umat dan bangsa menuju masa depan yang gemilang.
Reporter: Sauma
Editor: Aminudin
