SURABAYA (hidayatullahjatim.com) – Usai pelaksanaan shalat Subuh berjamaah, suasana Majelis Murobbi Rayon terasa hangat dan khidmat. Para kader Hidayatullah berkumpul menyimak pemaparan materi bertema manhaj yang disampaikan oleh Ustadz Abdul Kholiq.
Dalam pemaparannya, Ustadz Abdul Kholiq mengulas secara mendalam esensi pembelaan terhadap agama melalui materi bertajuk “Islam Perlu Dibela?”. Ia menjelaskan bahwa pada hakikatnya Allah SWT Maha Kuat dan Maha Perkasa, serta Al-Qur’an dan kemuliaan Islam (Islam ya’lu) senantiasa dijaga oleh Allah SWT.
“Islam sebenarnya tidak perlu dibela untuk keuntungan Islam itu sendiri, melainkan kitalah yang butuh membela Islam demi kemaslahatan dan keuntungan kita sendiri,” tutur Ustadz Abdul Kholiq di hadapan para jamaah.
Lebih lanjut, beliau memaparkan tiga istilah utama terkait upaya membela agama, yakni Nashr (pertolongan), Jihad (kesungguhan di jalan Allah), dan Qital (perang/perlawanan fisik). Dari ketiga istilah tersebut, konsep Jihad fi Sabilillah menjadi yang paling populer dan mewakili semangat pembelaan Islam untuk mempertahankan kebebasan dalam menjalankan tuntunan syariat yang memuliakan manusia.
Tak hanya pembekalan ruhiyah dan pemikiran, kegiatan dilanjutkan dengan penguatan fisik melalui Gerakan Kader Sehat. Sesi senam bersama ini dipimpin langsung oleh Ustadz Alim Puspianto, yang disambut antusias dan penuh semangat oleh seluruh peserta.
Dalam sesi ini, Ustadz Alim Puspianto memandu serangkaian gerakan peregangan dan olah tubuh yang dirancang khusus untuk meningkatkan kebugaran, melatih kelenturan, serta memicu stamina para kader. Gerakan-gerakan teratur yang dipadukan dengan ritme yang energik membuat suasana pagi terasa segar dan penuh kebersamaan. Selain menjaga kesehatan jantung dan stamina, senam Gerakan Kader Sehat ini diposisikan sebagai sarana membangun disiplin fisik dan menanamkan gaya hidup aktif secara konsisten di lingkungan kader Hidayatullah.
Kegiatan terpadu yang memadukan penguatan manhaj dan kesehatan fisik ini mendapat apresiasi tinggi dari Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Jawa Timur, Ustadz Amun Rowie. Beliau menegaskan pentingnya konsistensi kader dalam menjaga keseimbangan antara kedalaman pemahaman manhaj dan kesiapan fisik.
“Kami sangat mengapresiasi keistiqamahan para kader di Majelis Murobbi Rayon ini. Seorang kader Hidayatullah tidak hanya dituntut memiliki pemahaman manhaj yang lurus dan kuat, tetapi juga harus didukung dengan kondisi fisik yang sehat dan prima (kader sehat). Kombinasi ruhiyah, fikriyah, dan jasmaniyah inilah yang menjadi modal utama dalam menjalankan amanah dakwah di tengah masyarakat,” ujar Ustadz Amun Rowie.
Rangkaian acara berlangsung dengan lancar, tertib, dan ditutup dengan keakraban antar-kader yang makin erat.
Reporter: Adib
Editor: Aminudin
