SURABAYA (hidayatullahjatim.com) – Semangat mendalami Al-Qur’an kembali digelorakan oleh Majelis Murobbi Rayon Surabaya. Bertempat di Aula Rahmad Rahman, Pondok Pesantren Hidayatullah (PPH) Hidayatullah Surabaya, para murobbi berkumpul dalam majelis keilmuan yang secara khusus membedah keagungan Surat Al-Muzzammil melalui pemikiran pencerahan dalam Tafsir As-Sa’di.
Acara diawali dengan sesi pertama yang diisi oleh Ustadz Ahmad Baihaqi. Pada sesi pembuka ini, perhatian peserta difokuskan pada penguatan fondasi spiritual kader melalui pembacaan dan penyimpulan pesan dari Surat Al-Muzzammil ayat 1 hingga 7.
Ustadz Ahmad Baihaqi menjelaskan bahwa pada tujuh ayat pertama, Al-Qur’an memberikan arahan taktis sekaligus spiritual bagi para pejuang dakwah. Perintah untuk bangun dan mendirikan shalat malam (Qiyamul Lail) bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan sarana penjelmaan kekuatan jiwa agar siap menerima “perkataan yang berat” (qaulan tsaqila)—yakni amanah dakwah dan hukum-hukum Allah.
“Tafsir As-Sa’di secara bernas menegaskan bahwa beban dakwah di siang hari yang penuh aktivitas (sabh-an thawila) hanya bisa ditopang oleh kekuatan spiritual yang dibangun di sunyinya malam. Shalat malam dan bacaan Al-Qur’an yang dihayati secara perlahan (tartil) adalah sumber energi utama seorang pembina atau murobbi,” terang Ustadz Ahmad Baihaqi di hadapan para peserta yang memadati aula.
Melanjutkan kedalaman materi, sesi kedua dipandu oleh Ustadz Marni Mulyana dengan membedah ayat 8 hingga 12. Pada bagian ini, pembahasan bergeser pada pentingnya kontinuitas zikir, pembersihan niat, serta sikap mental yang mendasari perjuangan.
Dalam pemaparannya, beliau mengutip uraian Syaikh As-Sa’di mengenai pentingnya tabattul—yaitu membulatkan fokus dan pengabdian penuh hanya kepada Allah—serta menjadikan-Nya sebagai satu-satunya pelindung (wakil). Selain itu, ayat 10 hingga 12 memberikan panduan moral dalam berinteraksi dengan tantangan dakwah: bersabar dengan kesabaran yang indah (hajran jamila) tanpa menyimpan dendam, serta menyerahkan segala urusan balasan atas tipu daya manusia kepada kemahakuasaan Allah.
Keberlangsungan dan bobot materi yang disampaikan dalam majelis ini mendapat sambutan hangat dari jajaran pengurus wilayah. Ketua Departemen Perkaderan DPW Hidayatullah Jawa Timur, Ustadz Abdullah Ridho, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya agenda konsolidasi keilmuan tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi konsistensi dan kesungguhan Majelis Murobbi Rayon Surabaya dalam menghidupkan kajian-kajian berbasis kitab mu’tabar seperti Tafsir As-Sa’di. Pendalaman Surat Al-Muzzammil ini sangat relevan dan menjadi ‘suplemen’ wajib bagi para murobbi. Seorang pembina tidak boleh hanya sibuk mentransfer ilmu, tetapi jiwa dan ruhiyahnya harus terus diisi dengan benteng Al-Qur’an agar tetap tangguh dalam membimbing ummat,” tutur Ustadz Abdullah Ridho.
Melalui pendalaman materi surat Al-Muzzammil di Aula Rahmad Rahman tersebut, Majelis Murobbi Rayon Surabaya berharap para peserta tidak hanya membawa pulang wawasan tafsir yang mendalam, tetapi juga memperbarui komitmen shalat malam serta keteguhan sikap dalam mengemban amanah perkaderan di Jawa Timur.
Reporter: Adib
Editor: Aminudin
