Saat Spiritualitas Menjadi Fondasi: Menengok Rutinitas Pengurus Hidayatullah Trenggalek di Sepertiga Malam

Saat Spiritualitas Menjadi Fondasi: Menengok Rutinitas Pengurus Hidayatullah Trenggalek di Sepertiga Malam

TRENGGALEK (hidayatullahjatim.com) โ€“ Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Trenggalek terus berkomitmen memperkuat spiritualitas dan integritas para kadernya. Langkah ini diwujudkan melalui agenda rutin Qiyamul Lail secara berjamaah, yang dilanjutkan dengan sesi pembinaan intensif guna memastikan nilai-nilai ibadah tersebut terimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini diasuh langsung oleh Ustadz Moch Suhadi, selaku Pembina Hidayatullah Trenggalek. Dalam tausiyahnya, beliau menekankan bahwa ibadah malam bukan sekadar ritual formalitas, melainkan fondasi utama dalam membentuk karakter pengurus yang tangguh dan amanah.

“Qiyamul Lail adalah momentum kita untuk menata hati. Namun yang tidak kalah penting adalah bagaimana energi spiritual yang kita raih di malam hari mampu bertransformasi menjadi kesalehan sosial dan profesionalisme dalam menjalankan roda organisasi di siang hari,” ujar Ustadz Moch Suhadi.

Komitmen Menjaga Tradisi Wahyu Pertama

Secara terpisah, Ketua DPD Hidayatullah Trenggalek, Ustadz Sukarno Ridha, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan ruh dari perjuangan organisasi. Menurutnya, pembinaan spiritual secara berkala menjadi kunci utama dalam menjaga soliditas dan efektivitas kinerja para pengurus.

“Kami di jajaran pengurus DPD Hidayatullah Trenggalek menempatkan Qiyamul Lail sebagai program prioritas. Ini adalah sarana charging iman agar seluruh pengurus memiliki napas panjang dan keikhlasan dalam melayani masyarakat,” ungkap Ustadz Sukarno Ridha.

Ia menambahkan, implementasi nyata dari pembinaan ini diharapkan berdampak langsung pada peningkatan pelayanan sosial, dakwah, dan pendidikan yang saat ini sedang digalakkan oleh Hidayatullah di wilayah Trenggalek.

Apresiasi dari Wilayah

Konsistensi DPD Hidayatullah Trenggalek dalam menjaga tradisi kultur pesantren ini mendapat sorotan positif dari tingkat wilayah. Ketua Departemen Perkaderan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Jawa Timur, Ustadz Abdullah Ridho, memberikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan rutin tersebut.

Ustadz Abdullah Ridho menyatakan bahwa Trenggalek bisa menjadi salah satu barometer gerakan perkaderan yang istikamah di Jawa Timur.

  • Penguatan Akar Gerakan: Menjaga tradisi Qiyamul Lail adalah identitas utama kader Hidayatullah.

  • Dampak Terukur: Pembinaan yang sistematis akan melahirkan inovasi program yang bermanfaat bagi umat.

  • Sinergi Berkelanjutan: DPW Jatim berharap konsistensi ini terus dipertahankan demi menyongsong tantangan dakwah yang semakin kompleks.

“Apa yang dilakukan oleh DPD Trenggalek adalah bukti bahwa perkaderan tidak boleh berhenti pada tataran teori. Apresiasi setinggi-tingginya untuk seluruh pengurus. Menghidupkan malam dengan ibadah dan mengimplementasikannya dalam kerja-kerja nyata adalah kunci keberkahan organisasi,” pungkas Abdullah Ridho.

Reporter: Ikhsan

Editor: Aminudin

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *