Mempererat Ukhuwah, Paguyuban Wali Murid SD Luqman Al Hakim Ngawi Gelar Kajian “Madrasah Cinta”

Mempererat Ukhuwah, Paguyuban Wali Murid SD Luqman Al Hakim Ngawi Gelar Kajian “Madrasah Cinta”

NGAWI (hidayatullahjatim.com) โ€“ Suasana khidmat menyelimuti Masjid Ash Shohabah, Kompleks Pesantren Hidayatullah Ngawi, pada Rabu (11/3/2026). Puluhan wali murid SD Luqman Al Hakim Ngawi berkumpul dalam agenda buka puasa bersama sekaligus kajian rutin yang mengangkat tema “Ramadhan: Madrasah Cinta Bersama Keluarga”.

Acara ini diselenggarakan oleh Paguyuban Wali Murid sebagai sarana penguatan spiritualitas dan konsolidasi antar-orang tua siswa di sepuluh hari terakhir bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.

Cinta Melampaui Dunia

Hadir sebagai pembicara, Galih Pratama Yoga, S.Sos.I, menekankan bahwa definisi cinta orang tua terhadap anak seringkali hanya berhenti pada pemenuhan fasilitas duniawi. Menurutnya, cinta yang hakiki dalam perspektif Islam adalah upaya menjaga keluarga agar selamat di akhirat.

“Kita sering gelisah jika anak digigit nyamuk atau kurang tidur, lalu kita berusaha memberikan kenyamanan fisik. Namun, sudahkah kita memiliki kegelisahan yang sama jika anak-anak kita lalai dari perintah Allah?” ujar Ustadz Galih Pratama Yoga di hadapan jamaah yang duduk bersila memenuhi ruang utama masjid.

Ia mengutip surat At-Tahrim ayat 6 sebagai landasan utama pendidikan keluarga. Galih menegaskan bahwa orang tua memiliki tanggung jawab “pewarisan” iman. Membangunkan anak untuk shalat Subuh atau mengajak mereka bersabar menahan lapar saat berpuasa adalah bentuk konkret dari “Madrasah Cinta” yang sedang dijalankan selama Ramadhan.

Apresiasi dan Dukungan Organisasi

Ketua DPD Hidayatullah Ngawi, Maskur Hidayat, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam membangun sinergi antara sekolah dan rumah.

“Pendidikan anak tidak bisa dipasrahkan sepenuhnya kepada sekolah. Melalui momen buka bersama ini, kami ingin mengingatkan kembali peran ayah dan ibu sebagai pendidik utama (mudaris) di rumah. Kami di DPD Hidayatullah Ngawi terus mendorong agar masjid-masjid kita menjadi pusat edukasi bagi keluarga,” kata Maskur.

Apresiasi senada juga datang dari tingkat wilayah. Ketua Departemen Dakwah DPW Hidayatullah Jawa Timur, Aep Saepudin, memberikan catatan positif atas konsistensi program dakwah berbasis keluarga yang dijalankan di Ngawi.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif DPD Ngawi dan unit pendidikan SD Luqman Al Hakim. Ramadhan memang seharusnya menjadi ‘madrasah’ yang melahirkan ketahanan keluarga. Apa yang dilakukan di Ngawi ini adalah model dakwah yang menyentuh akar rumput, yakni hati para orang tua,” ungkap Aep Saepudin saat dihubungi secara terpisah.

Acara ditutup dengan doa bersama dan berbuka puasa dengan menu sederhana, mencerminkan semangat kebersamaan dan kesahajaan yang menjadi nilai utama di lingkungan Pesantren Hidayatullah. Melalui kegiatan ini, diharapkan para wali murid pulang dengan semangat baru untuk menjadikan rumah mereka sebagai baitul iman (rumah iman).

Reporter: Galih Pratama Yoga

Editor: Aminudin

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *