Jarak Surabaya-Mojokerto Tak Berarti, Asalkan Sang Musafir Terakhir Tiba di Peristirahatan dengan Mulia

Jarak Surabaya-Mojokerto Tak Berarti, Asalkan Sang Musafir Terakhir Tiba di Peristirahatan dengan Mulia

SURABAYA (hidayatullahjatim.com) โ€“ Di balik riuh rendahnya Kota Surabaya, sebuah aksi kemanusiaan yang sunyi namun penuh makna kembali terajut. Pada Senin pagi (9/3/2026), ketika matahari mulai meninggi, Tim Layanan Umat DPD Hidayatullah Surabaya kembali menjalankan misi mulianya: mengantarkan seorang hamba menuju tempat peristirahatan terakhirnya.

Suasana haru menyelimuti kediaman almarhum Bapak Ilham Zeinury di Jalan Kalikepiting ITS, Tambaksari. Tepat pukul 08.30 WIB, raungan halus mesin ambulans Hidayatullah hadir bukan sebagai sekadar kendaraan transportasi, melainkan sebagai bentuk pelukan hangat organisasi bagi keluarga yang sedang berduka.

Wujud Kasih yang Nyata

Zaenal Muttaqin, pengurus DPD Hidayatullah Surabaya, menuturkan bahwa kehadiran mereka adalah jawaban atas panggilan hati. Tanpa menunda waktu, tim langsung bergerak menuju titik penjemputan untuk memastikan almarhum dapat dipulangkan ke tanah kelahirannya di Mojosari, Mojokerto dengan penuh kehormatan.

“Kami hadir karena amanah. Bagi kami, memastikan almarhum Bapak Ilham sampai ke peristirahatan terakhirnya dengan lancar adalah bentuk penghormatan tertinggi kami kepada sesama,” ujar Zaenal dengan nada rendah penuh empati.

Layanan ini bukan sekadar urusan logistik antar-kota. Ini adalah tentang meringankan beban pundak keluarga yang sedang rapuh, memastikan bahwa dalam kesedihan yang mendalam, mereka tidak sendirian.

Apresiasi dari Hati

Ketulusan tim di lapangan ini pun memetik simpati dari jajaran wilayah. Imam Muslim, Ketua Departemen Sosial DPW Hidayatullah Jawa Timur, memandang aksi ini sebagai napas perjuangan organisasi yang sesungguhnya.

“Ini bukan hanya tentang mobil ambulans yang bergerak, tapi tentang kehadiran hati di tengah kesulitan umat. Kami ingin masyarakat merasakan bahwa Hidayatullah adalah keluarga yang siap sedia saat duka menyapa,” ungkap Imam Muslim dengan penuh apresiasi.

Perjalanan Pulang yang Khidmat

Aspal jalanan dari Surabaya menuju Mojokerto menjadi saksi bisu perjalanan terakhir sang almarhum. Dengan pengawalan penuh doa dari tim relawan, proses pemakaman di TPU Mojosari berlangsung khidmat.

Bagi Hidayatullah, jarak puluhan kilometer itu tak sebanding dengan senyum syukur dan keringanan beban yang dirasakan oleh keluarga yang ditinggalkan. Karena pada akhirnya, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain, bahkan hingga ke pintu liang lahat.

Reporter: Nuzul

Editor: Aminudin

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *