KEDIRI (hidayatullah.com) – Suasana syahdu menyelimuti salah satu sudut markas DPD Hidayatullah Kabupaten Kediri. Di atas hamparan sajadah hijau, nampak sekelompok pemuda duduk melingkar dengan khusyuk. Jemari mereka perlahan membalik lembaran mushaf, sementara lisan tak henti melantunkan ayat-ayat suci. Pemandangan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan simbol keteguhan hati yang kian menguat.
Pengurus DPD Hidayatullah Kabupaten Kediri, Ridho Suripto, mengungkapkan rasa syukurnya atas grafik positif perkembangan halaqah Qur’an ini. Menurutnya, jumlah peserta yang hadir justru mengalami peningkatan di tengah kesibukan duniawi yang kian padat.
“Alhamdulillah, kami melihat semangat teman-teman masih sangat istiqomah, bahkan jumlahnya terus bertambah. Ini adalah sinyal positif bahwa kebutuhan spiritual pemuda di Kediri tetap menjadi prioritas,” ujar Ridho saat ditemui di lokasi (6/3).
Apresiasi dari Wilayah
Semangat dari Kediri ini mendapat sorotan positif dari tingkat wilayah. Ketua Departemen Dakwah DPW Hidayatullah Jawa Timur, Aep Saepudin, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas konsistensi program dakwah di tingkat daerah.
“Apa yang dilakukan DPD Kediri adalah bukti bahwa dakwah yang dilakukan dengan hati akan sampai ke hati. Istiqomah itu berat, karena hadiahnya adalah surga. Kami sangat mengapresiasi upaya Pak Ridho dan tim dalam menjaga ekosistem iman ini tetap hidup,” tutur Aep Saepudin dalam keterangannya.
Buah Manis dari Sebuah Keteguhan: Saat Doa Bertemu dengan Istiqomah
Di balik lingkaran Al-Qur’an tersebut, tersimpan kisah-kisah perjuangan yang menyentuh hati. Istiqomah bukanlah tentang tidak pernah lelah, melainkan tentang memilih untuk kembali berjalan meski kaki terasa berat.
Seringkali kita bertanya, “Kapan doa-doaku dikabulkan?” Jawabannya seringkali tersembunyi di balik keteguhan kita untuk tetap hadir di jalan-Nya.
Ada seorang hamba yang bertahun-tahun menjaga sujudnya, menjaga tilawahnya meski badai ujian menghantam ekonominya. Ia tidak berhenti. Bukan karena ia kuat, tapi karena ia percaya bahwa Allah tidak pernah tidur. Hingga pada satu titik yang tak disangka, pintu-pintu langit terbuka. Apa yang ia harapkan—keberkahan keluarga, ketenangan batin, hingga kemudahan rezeki—datang tepat saat hatinya sudah sepenuhnya berserah.
Perjuangan istiqomah adalah tentang mengetuk pintu yang sama setiap hari. Meski tangan mulai linu dan suara mulai serak, ia yakin bahwa pemilik rumah akan membukakannya. Dan ketika pintu itu terbuka, segala lelah selama bertahun-tahun akan terbayar lunas dengan satu senyuman takdir yang indah.
“Sebab, istiqomah adalah mukjizat yang sesungguhnya.”
Reporter: Ridho Suripto
Editor: Aminudin

