Antara Mushaf dan Mata yang Terpejam: Perjuangan Santri Hidayatullah Sumenep Tuntaskan Target Lima Kali Khatam

Antara Mushaf dan Mata yang Terpejam: Perjuangan Santri Hidayatullah Sumenep Tuntaskan Target Lima Kali Khatam

SUMENEP (hidayatullah.com) โ€“ Suasana serambi Masjid Ar-Rachman, pondok pesantren Hidayatullah Sumenep, tampak berbeda dari biasanya. Di antara pilar-pilar besar, puluhan santri tampak khusyuk dengan Al-Qur’an di hadapan mereka. Ada yang duduk tegak membaca dengan tartil, namun tak sedikit pula yang sesekali tertunduk menahan kantuk yang teramat sangat.

Pemandangan ini bukan tanpa alasan. Para santri ini tengah berjuang menyelesaikan target ambisius: lima kali khatam Al-Qur’an selama bulan suci. Target ini menjadi salah satu “tiket” atau syarat bagi mereka untuk bisa pulang ke kampung halaman menyambut Idul Fitri.

Pengurus DPD Hidayatullah Sumenep, Baijuri, menuturkan bahwa ritme ibadah para santri memang dipacu secara maksimal selama Ramadan. Perjuangan mereka dimulai jauh sebelum matahari terbit.

“Semangat anak-anak ini luar biasa, meski fisik tidak bisa bohong. Bayangkan, pukul 02.00 WIB mereka sudah dibangunkan untuk qiyamul lail. Setelah itu bersambung ke subuh, sekolah, hingga setelah Isya dan Tarawih mereka lanjut tadarus lagi sampai pukul 21.30 WIB,” ujar Baijuri saat ditemui di lokasi.

Baijuri menambahkan, fenomena santri yang jatuh tertidur di atas mushaf atau bersandar di tiang masjid adalah bumbu perjuangan yang lazim ditemui. Menurutnya, rasa kantuk adalah ujian terbesar saat raga sudah lelah namun target hafalan dan bacaan tetap harus dikejar. “Ini bagian dari pendidikan mental. Mereka belajar bahwa untuk meraih sesuatu yang mulia, butuh pengorbanan waktu dan tenaga,” imbuhnya.

Apresiasi Wilayah

Kegigihan para santri di ujung timur Pulau Madura ini mendapat perhatian khusus dari tingkat wilayah. Ketua Departemen Dakwah DPW Hidayatullah Jawa Timur, Aep Saepudin, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas etos ibadah yang ditunjukkan di Sumenep.

“Kami sangat bangga dengan apa yang dilakukan rekan-rekan pengurus dan para santri di DPD Hidayatullah Sumenep. Menetapkan target lima kali khatam bukan sekadar mengejar angka, tapi membangun kedekatan batin (istianah) dengan Al-Qur’an,” ungkap Aep Saepudin .

Aep Saepudin juga menekankan bahwa program seperti ini adalah bagian dari upaya membentuk kader yang memiliki ketahanan spiritual tinggi. “Semoga lelah dan kantuknya para santri menjadi saksi keberkahan bagi keluarga mereka dan masyarakat Sumenep pada umumnya,” pungkasnya.

Hingga pekan kedua Ramadan ini, sebagian besar santri dilaporkan telah melampaui separuh dari target yang ditentukan. Jika konsisten, dipastikan mereka akan merayakan kemenangan Idul Fitri di rumah dengan kebanggaan membawa bekal khataman yang sempurna.

Reporter: Saharuddin

Editor: Aminudin

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *