PROBOLINGGO (hidayatullah.com) โ Komitmen DPD Hidayatullah Kabupaten Probolinggo dalam membumikan Al-Quran di wilayah pelosok tidak sekadar melalui bantuan fisik. Di balik senyum puluhan santri Madin Nurul Qomariyah dan TPQ Darul Hasaniyah, Desa Wonogoro, Kecamatan Lumbang, terselip dedikasi luar biasa dari para dai yang terjun langsung mengajar di medan yang menantang.
Pengurus DPD Hidayatullah Kabupaten Probolinggo, Maryudi, menjelaskan bahwa program ini merupakan paket lengkap: penyaluran mushaf sekaligus pendampingan pembelajaran. Salah satu sosok sentral dalam misi dakwah ini adalah Fajar, seorang dai muda yang merupakan santri dari Darul Arqam Indonesia.

“Kami tidak hanya menebar mushaf, tapi juga memastikan ayat-ayat tersebut dibaca dan dipelajari dengan benar. Saudara Fajar adalah salah satu ujung tombak kami yang memberikan pembelajaran Al-Quran langsung kepada anak-anak di sini,” ujar Maryudi.
Kebanggaan Yayasan
Ketangguhan Fajar di lapangan memantik rasa bangga dari institusi tempatnya bernaung. Pengurus Yayasan Darul Arqam Indonesia menyatakan kekagumannya atas militansi santrinya tersebut. Pasalnya, Fajar tercatat sudah hampir dua tahun bertugas di kawasan Senduro, lereng Bromo.
“Kami sangat bangga kepada Fajar. Selama hampir dua tahun bertugas di Senduro, ia sama sekali tidak pernah mengeluh. Semangat tugasnya di sana tetap tinggi meskipun harus menghadapi keterbatasan akses dan cuaca dingin pegunungan,” ungkap Aminudin.
Bagi Aminudin, Fajar adalah representasi santri yang siap berkhidmat untuk umat di mana pun ditempatkan. Dedikasinya diharapkan menjadi inspirasi bagi santri-santri lain untuk tidak ragu terjun ke wilayah terpencil.
Apresiasi DPW Jawa Timur
Aksi nyata dan ketangguhan dai di lapangan ini juga mendapat sorotan positif dari tingkat wilayah. Ketua Departemen Dakwah DPW Hidayatullah Jawa Timur, Aep Saepudin, memberikan apresiasi tinggi atas sinergi antara DPD Probolinggo dengan Yayasan Darul Arqam Indonesia.
“Langkah DPD Hidayatullah Probolinggo dan dedikasi santri seperti Fajar adalah bentuk dakwah nyata yang menyentuh akar rumput. Kami di DPW sangat bangga. Menanamkan kecintaan pada Al-Quran di lereng Bromo adalah investasi akhirat yang luar biasa,” tutur Aep Saepudin.
Aep Saepudin menambahkan, kehadiran dai yang menetap dan menyatu dengan masyarakat seperti di Senduro adalah kunci keberhasilan dakwah jangka panjang. “Tugas dakwah ini luas, dan kita butuh lebih banyak pemuda yang memiliki daya tahan seperti Fajar untuk mencerdaskan umat melalui Al-Quran,” pungkasnya.
Dengan bantuan mushaf baru dan bimbingan guru yang tulus, diharapkan anak-anak di lereng Bromo kini memiliki pondasi spiritual yang kuat untuk masa depan mereka.
Reporter: Fahri
Editor: Aminudin

