Ketua DPW Hidayatullah Jatim: Tak Ada Pensiun dalam Organisasi Perjuangan

Ketua DPW Hidayatullah Jatim: Tak Ada Pensiun dalam Organisasi Perjuangan

Batu (hidayatullahjatim.com) – Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Jawa Timur, Amun Rowie, menegaskan bahwa regenerasi kader dalam organisasi tidak boleh memutus kesinambungan perjuangan. Menurutnya, Hidayatullah merupakan organisasi perjuangan yang tidak mengenal istilah pensiun dalam dakwah.

Hal tersebut disampaikan Amun saat memberikan arahan dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) DPW Hidayatullah Jawa Timur yang digelar di Kampus Hidayatullah Batu, Jawa Timur, pada 31 Januari–1 Februari 2026.

“Pensiun boleh ada di amal usaha, tetapi tidak dalam organisasi perjuangan. Kita berjuang sampai akhir,” ujar Amun di hadapan peserta Rakerwil.

Rakerwil DPW Hidayatullah Jawa Timur diikuti 261 peserta yang berasal dari unsur Dewan Pengurus Pusat (DPP), Dewan Murabbi Wilayah (DMW), DPW, Dewan Pengurus Daerah (DPD), badan, amal usaha, serta organisasi pendukung Hidayatullah. Forum ini menjadi ruang konsolidasi strategis dalam menghadapi dinamika dakwah lima tahun ke depan.

Amun menjelaskan bahwa regenerasi kader harus dilakukan secara berkelanjutan dengan pembagian peran yang jelas antara kader senior dan kader junior. Kader senior, kata dia, tetap memiliki peran strategis sebagai penjaga nilai, arah, dan pengalaman perjuangan, sementara kader junior didorong untuk tampil sebagai penggerak lapangan dan pelaksana program.

Ia juga mengungkapkan bahwa sekitar 30 persen pengurus Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah di Jawa Timur saat ini merupakan kader baru. Menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari proses penyegaran organisasi tanpa meninggalkan ruh perjuangan yang telah dibangun para pendahulu.

Sementara itu, Ketua Panitia Rakerwil, Abdullah Warsito, mengatakan kegiatan tersebut diselenggarakan secara kolaboratif dengan melibatkan sejumlah DPD serta kampus Hidayatullah di Malang Raya. Ia menilai kolaborasi menjadi kunci agar forum tidak berhenti pada perumusan program semata.

“Kolaborasi menjadi kunci agar forum ini berjalan efektif dan melahirkan aksi nyata dari program kerja,” kata Abdullah.

Dari Dewan Murabbi Wilayah, Muhammad Juweni mengingatkan pentingnya menjaga ukhuwah sebagai fondasi utama kekuatan gerakan. Menurutnya, soliditas internal menjadi modal utama dalam menghadapi berbagai tantangan dakwah ke depan.

“Ukhuwah menjaga kita tetap istiqamah dan tidak ragu dalam perjuangan,” ujarnya.

Ketua DPP Hidayatullah yang berhalangan hadir diwakili oleh Bendahara Umum DPP, Suwito Fattah. Dalam arahannya, ia menekankan agar seluruh program kerja Hidayatullah tidak berhenti di lingkup internal organisasi, tetapi harus memberi dampak nyata bagi masyarakat.

“Program Hidayatullah harus terasa di tengah masyarakat, bukan berada di menara gading,” kata Suwito.

Ia juga menyampaikan pesan pimpinan pusat agar Hidayatullah terus berperan sebagai pilar pembangunan bangsa, termasuk melalui penguatan ketahanan pangan, peningkatan kualitas layanan, serta pembangunan kolaborasi dengan berbagai elemen.

Melalui Rakerwil ini, DPW Hidayatullah Jawa Timur diharapkan mampu menjaga soliditas organisasi, memperkuat regenerasi kader, serta menghadirkan dakwah yang konsisten, profesional, dan berdampak luas bagi umat dan bangsa.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *