Pertajam Ruhiyah Siswa, SD Integral Hidayatullah Tuban Gelar Pondok Ramadhan dan Mabit

Pertajam Ruhiyah Siswa, SD Integral Hidayatullah Tuban Gelar Pondok Ramadhan dan Mabit

TUBAN (hidayatullahjatim.com) – Momentum bulan suci Ramadhan 1447 H dimanfaatkan betul oleh SD Integral Hidayatullah Tuban untuk menempa karakter religius siswanya. Selama tiga hari, terhitung sejak Rabu (11/3) hingga Jumat (13/3), sekolah yang berlokasi di Bumi Wali ini menyelenggarakan Pondok Ramadhan dan Malam Bina Iman dan Taqwa (Mabit).

Kegiatan bertajuk “Pertajam Ruhiyah melalui Madrasah Ramadhan” tersebut diikuti oleh seluruh siswa, mulai kelas 1 hingga kelas 6. Agenda ini dirancang sebagai kawah candradimuka untuk memperkuat nilai keimanan serta membiasakan ibadah sesuai tuntunan syariat sejak dini.

Pengurus DPD Hidayatullah Tuban, Lajianto, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara spiritual.

“Kami ingin anak-anak merasakan atmosfer Ramadhan yang intens di lingkungan sekolah. Melalui Madrasah Ramadhan ini, mereka dibiasakan untuk tilawah, tahsin, hingga memahami fiqh puasa dengan cara yang menyenangkan,” ujar Lajianto kemarin.

Secara teknis, pelaksanaan kegiatan dibedakan berdasarkan jenjang usia. Siswa kelas rendah (1–3) mengikuti rangkaian acara hingga shalat Tarawih berjamaah sebelum kembali ke rumah. Sedangkan siswa kelas atas (4–6) diwajibkan menginap untuk mengikuti program Mabit. Di sana, mereka menjalani simulasi kehidupan Islami selama 24 jam, mulai dari Qiyamul Lail, sahur bersama, hingga shalat Subuh berjamaah.

Apresiasi dari Wilayah

Langkah SD Integral Hidayatullah Tuban ini mendapat apresiasi positif dari jajaran pengurus wilayah. Ketua Departemen Pendidikan DPW Hidayatullah Jawa Timur, Muhammad Solehan, memberikan jempol atas konsistensi sekolah dalam menjaga kualitas pembinaan karakter.

“Kami sangat mengapresiasi inovasi dan semangat teman-teman di Tuban. Program Mabit dan Pondok Ramadhan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan instrumen penting dalam memperkuat ruhiyah dan kepedulian sosial siswa,” tutur Muhammad Solehan.

Ia menambahkan, pola pendidikan integral memang menekankan pada keseimbangan antara kognitif dan afektif. Dengan adanya kegiatan luar kelas seperti ini, siswa diharapkan mampu mengimplementasikan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari setelah Ramadhan usai.

Selain materi keagamaan, panitia juga menyelipkan games edukatif yang interaktif agar para siswa tetap antusias meski sedang menjalankan ibadah puasa.

Reporter: Mohammad Usmani

Editor: Aminudin

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *