Bojonegoro (hidayatullah.com) – Menyambut bulan suci Ramadhan, Departemen Dakwah DPD Hidayatullah Bojonegoro menggelar kegiatan motivasi bertajuk “Menyalakan Spirit Ramadhan” di SDI Luqman Al Hakim Bojonegoro. Sebanyak 200 siswa diajak untuk memperdalam makna puasa dan berlomba-lomba dalam kebaikan.
Hadir sebagai pemateri utama, Ketua Departemen Dakwah DPD Hidayatullah Bojonegoro, Ustadz Raya Nur Rayagung. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya mempersiapkan mental dan spiritual sejak dini agar ibadah di bulan Ramadhan tidak sekadar menjadi rutinitas menahan lapar dan dahaga.

“Ramadhan adalah momentum terbaik untuk mencetak generasi yang memiliki jiwa kompetisi dalam kebaikan (fastabiqul khairat). Kami ingin adik-adik di SDI Luqman Al Hakim memahami bahwa setiap detik di bulan ini adalah peluang pahala,” ujar Raya di hadapan para siswa, Rabu (11/3/2026).
Komitmen Dakwah untuk Generasi Muda
Pengurus DPD Hidayatullah Bojonegoro, Rifa’i, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari agenda rutin organisasi untuk menyemarakkan syiar Islam di lingkungan pendidikan. Menurutnya, antusiasme siswa menjadi indikator positif keberhasilan dakwah di sekolah.
“Kami melihat semangat yang luar biasa dari 200 siswa yang hadir. Harapannya, motivasi dari Ustadz Raya bisa membekas sehingga mereka menjalankan ibadah Ramadhan dengan penuh kegembiraan dan pemahaman yang benar,” tutur Rifa’i.
Apresiasi dari Wilayah
Kegiatan ini pun mendapat sorotan positif dari tingkat wilayah. Ketua Departemen Dakwah DPW Hidayatullah Jawa Timur, Ustadz Aep Saepudin, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif yang dilakukan oleh pengurus di Bojonegoro.
“Kami sangat mengapresiasi langkah cepat dan kreatif dari DPD Hidayatullah Bojonegoro. Menanamkan nilai-nilai dakwah kepada siswa sekolah dasar adalah investasi jangka panjang untuk membangun karakter bangsa yang religius,” ungkap Aep.
Acara yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan doa bersama dan komitmen para siswa untuk menjaga kualitas ibadah selama bulan Ramadhan mendatang.
Reporter: Raya nur rayagung
Editor: Aminudin

