SURABAYA (hidayatullahjatim.com) – Musyawarah Wilayah (Muswil) Mushida Jawa Timur resmi dibuka pada Jumat (16/1). Forum strategis organisasi muslimah Hidayatullah ini mengangkat tema “Meneguhkan Peran Muslimah dalam Membangun Ketahanan Keluarga Menuju Indonesia Emas.” Kegiatan berlangsung selama dua hari, 16–17 Januari 2026, di Hotel Graha Widya Bhakti, Surabaya.
Pembukaan Muswil dilakukan oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Hidayatullah Jawa Timur yang diwakili H. Muhammad Ali, SE, Bendahara DPW. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa tema Muswil Mushida sejalan dan saling menguatkan dengan tema besar DPW Hidayatullah Jawa Timur, yakni “Meneguhkan Jati Diri, Menumbuhkan Kemandirian, dan Menebar Kebermanfaatan.”
“Tema Muswil Mushida ini sangat relevan dan linier dengan arah gerak DPW sebagai organisasi induk. Mushida berada di garda terdepan dalam meneguhkan jati diri keislaman keluarga, menumbuhkan kemandirian umat, serta menebar kebermanfaatan di tengah masyarakat,” ujar H. Muhammad Ali.
Ia menekankan bahwa ketahanan keluarga merupakan pilar utama dalam pembangunan peradaban dan pencapaian Indonesia Emas. Menurutnya, peran muslimah tidak lagi bisa ditempatkan sebatas domestik, tetapi harus dilihat sebagai aktor strategis dalam pembinaan generasi.
“Jika ingin membangun bangsa yang kuat, maka keluarga harus kuat. Dan kunci ketahanan keluarga itu ada pada peran muslimah. Di sinilah Mushida mengambil peran strategisnya,” tegasnya.
H. Muhammad Ali juga menyampaikan apresiasi kepada kepengurusan Mushida Jawa Timur periode sebelumnya yang dinilai telah menunjukkan komitmen kuat dalam pembinaan kader, penguatan dakwah keluarga, serta keterlibatan aktif dalam kerja-kerja sosial keumatan.
“Kami mengapresiasi ikhtiar dan kerja keras pengurus Mushida selama ini. Banyak program yang menyentuh langsung kebutuhan umat, khususnya dalam penguatan keluarga dan pendidikan nilai,” ungkapnya.
Kepada kepengurusan Mushida Jawa Timur yang akan datang, H. Muhammad Ali menitipkan sejumlah pesan penting. Ia mendorong agar Mushida terus menjaga militansi ideologis, memperkuat kapasitas organisasi, serta responsif terhadap tantangan zaman.
“Pengurus ke depan harus tetap kokoh dalam jati diri, mandiri dalam gerakan, dan mampu menghadirkan manfaat nyata. Jangan larut dalam rutinitas, tetapi jadikan Mushida sebagai organisasi yang solutif dan dirasakan kehadirannya oleh masyarakat,” pesannya.
Muswil Mushida Jawa Timur ini menjadi momentum evaluasi, konsolidasi, sekaligus penentuan arah kebijakan organisasi lima tahun ke depan. Selain sidang-sidang organisasi, Muswil juga diisi dengan penguatan wawasan kepemimpinan muslimah, dakwah keluarga, dan strategi membangun ketahanan keluarga sebagai basis peradaban.
Dengan semangat kebersamaan dan visi yang sejalan dengan arah kebijakan DPW Hidayatullah Jawa Timur, Muswil Mushida diharapkan melahirkan kepemimpinan muslimah yang tangguh, berdaya saing, dan berkontribusi nyata bagi umat dan bangsa.
