Oleh : Drs. Amun Rowi, M.Pd*
hidayatullahjatim.com, Surabaya – Dalam momentum Musyawarah Wilayah Hidayatullah Jawa Timur, kita kembali menegaskan komitmen bersama bahwa jalan dakwah adalah kebutuhan hakiki setiap muslim yang merindukan kehidupan penuh arah dan keberkahan. Berada di jalan dakwah bukan semata kewajiban, tetapi karunia besar dari Allah SWT yang meneguhkan jatidiri kita sebagai bagian dari barisan penegak kebaikan.
Jalan dakwah mengajarkan bahwa kebersamaan dalam jamaah adalah pilar penting dalam menumbuhkan kekokohan iman dan karakter. Di sinilah kita belajar saling memahami, saling menguatkan, dan menumbuhkan kedewasaan dalam menyikapi perbedaan. Walau interaksi di antara kader sering menghadirkan ragam sifat dan dinamika, kedewasaan berjamaah menuntun kita menjaga persatuan di atas nilai-nilai Ilahiah, selama perbedaan itu tidak menyimpang dari jalan Allah dan Rasul-Nya.
Sebagaimana firman Allah dalam QS. Ali Imran: 103, keberadaan kita di jalan yang lurus ini merupakan bentuk penyelamatan dari jurang kehancuran. Maka nikmat berjamaah dan hidayah ini harus dijaga dengan rasa syukur dan keteguhan hati, seraya memohon agar Allah tidak memalingkan hati kita setelah diberi petunjuk.
Melalui Muswil ini, Hidayatullah Jawa Timur mengusung tema “Meneguhkan Jatidiri, Menumbuhkan Kemandirian, Menebar Kebermanfaatan.” Tema ini menjadi pijakan penting dalam memperkuat langkah dakwah ke depan:
Meneguhkan Jatidiri, sebagai juru dakwah yang membawa nilai-nilai keislaman dengan keteladanan, akhlak, dan komitmen yang kokoh.
Menumbuhkan Kemandirian, agar setiap kader dapat menjadi pribadi yang produktif, berdaya, dan mampu menggerakkan amal jama’i secara mandiri dan bertanggung jawab.
Menebar Kebermanfaatan, sebagai wujud kontribusi nyata Hidayatullah bagi masyarakat, menghadirkan solusi, penguatan umat, dan perubahan positif di berbagai lini kehidupan.
Sejalan dengan itu, Rasulullah SAW mengingatkan pentingnya menjaga hubungan antar sesama muslim. Perselisihan jangan menjadi sebab terhalangnya ampunan dan keberkahan, karena amalan terbaik dibangun di atas hati yang bersih dan ukhuwah yang kuat.
“Akhirnya, jalan dakwah adalah perjalanan mulia yang patut dibanggakan. Kita memilihnya bukan karena kemudahan, melainkan karena kemuliaan. Kita membutuhkannya sebagai peta kehidupan, sumber kekuatan, serta sarana menggapai ridha Allah SWT.”
Semoga Allah meneguhkan langkah kita dan menjadikan Muswil Hidayatullah Jawa Timur sebagai momentum memperkuat jatidiri, kemandirian, dan kebermanfaatan bagi umat dan bangsa.
*Ketua DPW Hidayatullah Jawa Timur Periode 2020-2025

