SURABAYA (hidayatullahjatim.com) – Musyawarah Daerah (MUSDA) DPD Hidayatullah Kota Surabaya digelar di Aula Rahmad Rahman Hidayatullah Surabaya sebagai forum konsolidasi organisasi sekaligus penataan arah gerak dakwah ke depan. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai unsur internal Hidayatullah yang ada di Surabaya.
Peserta MUSDA berasal dari unsur DPD, DPC, DPR, SAR, BTH Wahida, Sahid, Pemuda Hidayatullah Surabaya, Muslimat Hidayatullah Surabaya, Sakinah, Baitul Maal Hidayatullah (BMH), TK Ya Bunayya 2 dan 3, serta unit usaha PT Lentera Jaya Jaya Madinah. Kehadiran seluruh komponen ini menegaskan kuatnya konsolidasi internal dalam mendukung arah kebijakan organisasi.
Mengusung tema “Meneguhkan Jati Diri, Menumbuhkan Kemandirian, Menebar Kebermanfaatan”, MUSDA menjadi ruang evaluasi dan penguatan komitmen organisasi di tengah dinamika masyarakat perkotaan. Forum ini diharapkan mampu melahirkan langkah-langkah strategis yang terukur dan berdampak luas.
Hadir mewakili DPW Hidayatullah Jawa Timur, Ketua DPW Ustadz Amun Rowi bersama Ustadz Baihaqi dari Dewan Murabbi Wilayah (DMW) dan Ustadz Katon selaku staf DPW. Dalam arahannya, Ustadz Amun Rowi menegaskan posisi strategis Surabaya sebagai pusat pengembangan Hidayatullah di Jawa Timur.
Ia menyampaikan bahwa Surabaya telah berkembang menjadi trend center Hidayatullah Jawa Timur, sehingga diperlukan langkah-langkah strategis untuk memperkuat peran tersebut, salah satunya melalui pembentukan Konsorsium Pendidikan. DPW Jawa Timur juga berencana memberikan dukungan khusus kepada empat DPD pada tahun ini, yakni DPD Sampang, DPD Kota Kediri, DPD Bondowoso, dan DPD Kabupaten Malang.
Selain itu, penguatan organisasi diarahkan pada pengembangan bisnis atau usaha berjamaah. Skema yang ditawarkan adalah kepemilikan saham 51 persen oleh organisasi dan 49 persen oleh jamaah. Model ini diharapkan mampu menumbuhkan kemandirian organisasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan jamaah secara kolektif.
Dalam kesempatan tersebut, DPW juga mengapresiasi laporan pertanggungjawaban DPD Hidayatullah Kota Surabaya. Laporan dinilai sangat baik, disusun secara lengkap, sistematis, serta dilengkapi data dan nama-nama yang jelas, sehingga diharapkan dapat menjadi contoh bagi DPD lainnya di Jawa Timur.
MUSDA kemudian menetapkan Ustadz Drs. Zaenal Muttaqin sebagai Ketua DPD Hidayatullah Kota Surabaya periode berikutnya. Dalam pernyataannya, Zaenal Muttaqin menekankan pentingnya sinergi seluruh unsur dalam menggerakkan dakwah di Kota Surabaya.
“Semua unsur di Sakinah, Sahid, Jaya Madinah, BMH, dan PPH harus menjadi show window peraga peradaban Islam untuk kegiatan dakwah kita. Untuk menjalankan dakwah di Surabaya perlu melibatkan semua pihak. Karena itu, kami mohon dukungan dan support agar visi peradaban Islam dapat kita wujudkan bersama-sama di Surabaya dengan baik,” ujarnya.
Melalui MUSDA ini, Hidayatullah Surabaya diharapkan mampu mempertahankan perannya sebagai DPD unggulan, memperkuat kemandirian organisasi, serta menghadirkan dakwah yang semakin berdaya guna bagi masyarakat.

