Hidayatullah Jatim Luncurkan Da’i Force, Menata Dakwah Berbasis Infrastruktur dan Digital

Hidayatullah Jatim Luncurkan Da’i Force, Menata Dakwah Berbasis Infrastruktur dan Digital

BATU (hidayatullah.com) – DPW Hidayatullah Jawa Timur meluncurkan Hidayatullah Da’i Force (HDF) dalam forum Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) yang digelar di Kampus Hidayatullah Batu, Sabtu, 30 Januari 2026. Peluncuran ini menjadi bagian dari langkah konkret organisasi dalam mengimplementasikan tema besar transformasi organisasi yang tengah diusung Hidayatullah secara nasional.

HDF diproyeksikan sebagai wadah penguatan gerakan dakwah yang terstruktur, adaptif, dan relevan dengan perkembangan zaman, terutama dalam merespons tantangan dakwah di era digital. Peluncuran tersebut sekaligus menandai perubahan pendekatan dakwah yang tidak hanya bertumpu pada aktivitas konvensional, tetapi juga menempatkan teknologi digital sebagai instrumen utama.

Ketua DPW Hidayatullah Jawa Timur, Amun Rowi, menegaskan bahwa transformasi organisasi harus diwujudkan dalam kerja nyata yang dapat dirasakan langsung oleh umat. Menurut dia, dakwah ke depan tidak cukup hanya masif secara jumlah, tetapi harus memiliki daya jangkau dan dampak yang jelas hingga ke level daerah.

“Dakwah Hidayatullah harus dibangun dengan infrastruktur yang kuat sampai ke daerah-daerah. Tidak harus besar dan ramai, tetapi sedikit namun benar-benar terasa di tengah masyarakat,” kata Amun Rowi dalam sambutannya.

Ia juga mengingatkan bahwa pola dakwah yang stagnan berpotensi tertinggal oleh perubahan sosial yang begitu cepat. Karena itu, ia mengamanahkan Departemen Dakwah untuk merancang gerakan dakwah yang selaras dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar perjuangan Hidayatullah. “Kita tidak boleh alergi dengan perubahan. Dakwah harus mengikuti perkembangan zaman, tetapi nilai dan arah perjuangannya tetap kokoh,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Departemen Dakwah DPW Hidayatullah Jawa Timur, Aep Saepuddin, menjelaskan bahwa Hidayatullah Da’i Force dirancang sebagai lembaga yang menaungi para da’i, program dakwah, sekaligus pengembangan kapasitas dakwah berbasis digital. Menurut dia, kehadiran HDF merupakan jawaban atas kebutuhan dakwah yang lebih terkoordinasi dan profesional.

“HDF adalah rumah besar bagi para da’i Hidayatullah, termasuk seluruh program dan pengembangan dakwah yang ke depan menempatkan digital sebagai garis depan,” kata Aep Saepuddin.

Ia menambahkan, pendekatan digital tidak dimaksudkan untuk menggantikan dakwah langsung di tengah masyarakat, melainkan memperluas jangkauan dan memperkuat pengaruh dakwah. Dengan pemanfaatan media digital, pesan dakwah diharapkan mampu menjangkau generasi muda dan masyarakat perkotaan yang selama ini sulit disentuh dengan pola dakwah konvensional. “Digital bukan sekadar alat bantu, tetapi menjadi medan dakwah itu sendiri yang harus kita kuasai secara serius dan terencana,” ujarnya.

Peluncuran HDF ini diharapkan menjadi titik awal konsolidasi dakwah Hidayatullah Jawa Timur yang lebih sistematis dan berkelanjutan. Melalui HDF, DPW Hidayatullah Jawa Timur menargetkan lahirnya gerakan dakwah yang terukur, berdampak nyata, dan mampu menjawab kebutuhan umat di tengah dinamika sosial yang terus berubah.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *