Hadiri Rakernas, PW Mushida Jatim Siap Hadirkan Organisasi yang Lebih Tertata dan Menginspirasi

Hadiri Rakernas, PW Mushida Jatim Siap Hadirkan Organisasi yang Lebih Tertata dan Menginspirasi

JAKARTA (hidayatullahjatim.com) – Pengurus Wilayah (PW) Muslimat Hidayatullah Jawa Timur menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Muslimat Hidayatullah di Jakarta. Forum bertema “Konsolidasi Jati Diri dan Transformasi Organisasi Menuju Muslimat Hidayatullah yang Profetik, Profesional dan Berpengaruh” itu diikuti 135 peserta dari unsur Pengurus Pusat, MMP, dan pengurus inti PW se-Indonesia.

Dari Jawa Timur, hadir tiga delegasi, yakni Muarofah selaku Ketua PW Mushida Jatim, Qurrora A’yunin sebagai sekretaris, serta Ratnawati, Kepala TK Kampus Utama.

Bagi PW Mushida Jatim, Rakernas tersebut bukan sekadar agenda organisasi tahunan. Forum nasional itu menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi, menata langkah gerakan, serta memperjelas arah transformasi organisasi agar semakin tertib, profesional, dan memberi inspirasi luas di tengah umat.

Ketua PW Mushida Jatim Muarofah menegaskan, Rakernas memberikan penguatan bahwa pembenahan organisasi harus dilakukan secara nyata dan terukur.

“Rakernas ini memberi energi baru bagi kami di Jawa Timur untuk menghadirkan organisasi yang lebih tertata, lebih rapi, dan semakin menginspirasi. Penguatan jati diri organisasi harus tampak dalam kerja yang nyata,” ujarnya.

Ia menambahkan, tema yang diangkat dalam Rakernas menjadi pesan kuat bagi seluruh kader Muslimat Hidayatullah agar tidak hanya kokoh secara ideologis, tetapi juga tangguh dalam tata kelola dan aktif memberi manfaat bagi masyarakat.

“Kami menangkap pesan besar bahwa Muslimat Hidayatullah harus terus bertumbuh menjadi organisasi yang profetik dalam nilai, profesional dalam kerja, dan berpengaruh dalam dakwah. Itu yang harus kami bawa pulang dan diwujudkan di wilayah,” tegasnya.

Dalam Rakernas tersebut, Ketua Umum DPP Hidayatullah Ustadz Naspi Arsyad menyampaikan bahwa konsolidasi jati diri dan transformasi organisasi merupakan manifestasi dari perintah Allah untuk melakukan perbaikan berkelanjutan dalam berorganisasi. Menurutnya, seluruh gerak organisasi harus berakar pada syahadatain.

“Setiap kader harus selesai dengan dirinya sendiri, memastikan niatnya murni karena Allah SWT,” ujarnya.

Naspi juga menekankan bahwa transformasi dalam Islam adalah hijrah, yakni perubahan menuju keadaan yang lebih baik. Karena itu, organisasi perlu dibangun dengan karakter profetik, profesional, dan berpengaruh.

Nilai profetik, kata dia, tercermin dalam sifat siddiq, amanah, tabligh, dan fathonah. Organisasi juga harus membawa misi rahmatan lil ‘alamin dan hadir sebagai solusi bagi problematika umat. Sementara sikap profesional atau itqan menuntut manajemen waktu yang baik, administrasi yang rapi, serta kompetensi yang memadai di bidang masing-masing.

“Allah mencintai jika seseorang melakukan pekerjaan, ia melakukannya secara itqan,” tuturnya.

Adapun makna berpengaruh, lanjut dia, adalah menjadi bagian dari umat terbaik yang mampu memberi warna dalam dakwah, bukan justru diwarnai oleh lingkungan.

Antusiasme peserta tampak sepanjang kegiatan. Semangat itu juga dirasakan delegasi Jawa Timur sebagai modal penting untuk memperkuat gerak organisasi di daerah.

Muarofah menegaskan, hasil Rakernas tidak boleh berhenti di forum, melainkan harus diterjemahkan menjadi langkah yang lebih disiplin, tertata, dan berdampak.

“Setelah Rakernas, tugas kami adalah memastikan semangat ini turun menjadi gerakan yang lebih terukur. Organisasi harus semakin tertib, kader semakin kuat, dan dakwah Muslimat semakin menginspirasi,” pungkasnya.

 

Reporter: Qurrora A’yunin

Editor: Aminudin

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *