Akselerasi Dakwah via Digital: Hidayatullah Jatim Matangkan Strategi Funding Ramadhan dan Wakaf Produktif

Akselerasi Dakwah via Digital: Hidayatullah Jatim Matangkan Strategi Funding Ramadhan dan Wakaf Produktif

SURABAYA (hidayatullah.com) โ€“ Jarak bukan lagi penghalang bagi Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Jawa Timur untuk memperkuat barisan. Melalui layar virtual, organisasi ini menggelar agenda krusial “Pembekalan Funding Ramadhan & Launching Wakaf Produktif” secara daring via Zoom Meeting pada selasa (16/2).

Meski digelar di ruang digital, antusiasme peserta tidak surut. Seluruh Ketua dan Bendahara DPD se-Jawa Timur, Bendahara Yayasan, hingga Ketua Baitul Maal Hidayatullah (BMY) tampak serius mengikuti paparan strategi untuk menyambut bulan suci yang sudah di depan mata.

Bendahara DPW Hidayatullah Jawa Timur, Muhammad Ali, mengungkapkan bahwa pemilihan platform Zoom ini bertujuan untuk memastikan koordinasi berjalan cepat dan serentak hingga ke daerah-daerah terpencil di Jawa Timur.

“Kami memanfaatkan teknologi untuk menyamakan frekuensi. Fokus utama kami adalah profesionalisme pengelolaan dana umat. Dengan sistem yang terintegrasi, kita ingin Funding Ramadhan tahun ini lebih akuntabel dan program Wakaf Produktif bisa langsung diimplementasikan di tiap daerah,” tegas Muhammad Ali dalam sambutannya di ruang virtual.

Muhammad Ali menekankan bahwa sinergi antara Bendahara Yayasan dan pengelola BMY adalah kunci agar program sosial-dakwah memiliki ketahanan finansial yang jangka panjang.

Dukungan Penuh dari Pimpinan

Terobosan ini mendapat poin plus dari Ketua DPW Hidayatullah Jawa Timur, Amun Rowie. Beliau memberikan apresiasi tinggi atas kesiapan tim kebendaharaan dan operasional dalam beradaptasi dengan pola kerja digital yang efisien.

“Saya sangat mengapresiasi inisiatif ini. Meskipun kita bertemu lewat layar, semangatnya harus tetap melampaui batas fisik. Wakaf Produktif yang kita luncurkan hari ini adalah warisan untuk masa depan dakwah di Jawa Timur.”

Ia berharap, melalui pembekalan daring ini, para pengurus di tingkat daerah memiliki pemahaman yang tajam mengenai skema funding terbaru. “Target kita adalah kemandirian. Jika ekonomi organisasi kuat, maka layanan kita kepada masyarakat juga akan semakin luas,” pungkasnya.

Reporter: Katon

Editor: Aminudin

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *