Hidayatullahjatim.com – SD Luqman Al Hakim Ngawi menggelar rapat dewan guru guna memperkuat mutu pendidikan integral berbasis tauhid melalui evaluasi pembelajaran dan refleksi program sekolah, Rabu (4/11). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan SD Luqman Al Hakim Ngawi ini dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah Galih Pratama Yoga, S.Sos.I., serta diikuti oleh seluruh dewan guru dan unsur terkait guna memastikan setiap peserta didik mendapatkan pendampingan optimal.
Memasuki bulan kelima tahun pelajaran 2026/2027, pihak sekolah menegaskan pentingnya budaya mutu pendidikan yang berfokus pada perkembangan riil siswa. Menurut Ustadz Galih Pratama Yoga, S.Sos.I., evaluasi berkala ini bukan sekadar agenda koordinasi rutin, melainkan instrumen penting untuk memetakan kebutuhan akademik dan karakter anak secara komprehensif. “Setiap perkembangan peserta didik perlu dikenali, setiap proses pembelajaran perlu dievaluasi, dan setiap program sekolah perlu diarahkan agar memberikan dampak nyata bagi tumbuh kembang anak,” ujar Ustadz Galih Pratama Yoga.
Ustadz Galih menegaskan bahwa seluruh proses penyelenggaraan pendidikan di sekolahnya berlandaskan visi Pendidikan Integral Berbasis Tauhid. Visi tersebut memandang pendidikan sebagai ikhtiar hakiki dalam membentuk manusia yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, serta memiliki kecakapan hidup yang matang. Oleh karena itu, sinergi antarguru menjadi kunci utama agar pelaksanaan program harian maupun bulanan selaras dengan tujuan besar lembaga.
Dalam pelaksanaannya, para guru memanfaatkan matriks diagnostik untuk memetakan ketercapaian materi, hasil asesmen akademik, kemampuan literasi dan numerasi, perkembangan bacaan Al-Qur’an, hingga aspek kedisiplinan serta ibadah. Pemetaan ini dirancang agar penanganan siswa dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik mereka, baik melalui program remedial, pengayaan, maupun pendampingan khusus. Selain itu, penguatan bacaan Al-Qur’an melalui metode Ummi terus dioptimalkan sebagai identitas utama sekolah yang menegaskan bahwa pembelajaran Al-Qur’an bukan sekadar program tambahan, melainkan fondasi utama pendidikan.
Tidak hanya mengukur capaian akademik semata, para pendidik juga menitikberatkan perhatian pada perkembangan ibadah, kedisiplinan, tanggung jawab, serta pembentukan kebiasaan baik sehari-hari. Guru didorong untuk senantiasa menghadirkan nilai-nilai tauhid dan adab dalam setiap aktivitas pembelajaran, sehingga ilmu yang diserap anak tidak berhenti pada tataran pengetahuan, melainkan bertransformasi menjadi sikap dan perilaku luhur.
Penguatan Sinergi Program dan Apresiasi Lembaga Wilayah
Menanggapi langkah strategis tersebut, Ketua Departemen Pendidikan DPW Hidayatullah Jawa Timur, Ustadz Muhammad Solehan, menyampaikan apresiasi atas konsistensi SD Luqman Al Hakim Ngawi dalam membangun tata kelola pendidikan yang sistematis dan berbasis nilai-nilai tauhid. Menurutnya, langkah evaluasi yang menyelaraskan kecerdasan intelektual, kedekatan dengan Al-Qur’an, dan pembentukan akhlak mulia merupakan teladan baik dalam pengelolaan lembaga pendidikan dasar. “Pendidikan yang berkualitas tidak hanya tentang apa yang diajarkan, tetapi juga tentang bagaimana setiap anak didampingi untuk tumbuh menjadi pribadi beriman, berilmu, dan berakhlak mulia,” ungkap Ustadz Muhammad Solehan.
Sebagai bagian dari budaya evaluasi dan perbaikan berkelanjutan, forum rapat juga merefleksikan rangkaian kegiatan yang telah berlangsung selama bulan Oktober. Pengalaman di lapangan dievaluasi secara mendalam untuk memperbaiki aspek perencanaan, pembagian tugas, pengawasan peserta didik, kesiapan fasilitas, hingga peningkatan kualitas pelayanan kepada para siswa dan wali murid.
Koordinasi internal ini sekaligus merumuskan kesiapan sejumlah agenda penting yang akan dilaksanakan sepanjang November 2026. Berbagai kegiatan tersebut meliputi pelaksanaan program renang bagi kelas 1 sampai 6 pada 7 November, kegiatan observasi bagi calon murid baru tahun pelajaran 2027/2028 pada 14 November, perhelatan Mabit #2 bagi siswa kelas 4 hingga 6 pada tanggal 20 sampai 21 November, serta penyelenggaraan Forum Kemitraan Orang Tua dan Sekolah (FOKUS) pada 21 November mendatang.
Pihak sekolah menekankan pentingnya kesiapan penanggung jawab, kelengkapan fasilitas, penyusunan anggaran, pengawasan peserta yang ketat, serta komunikasi intensif dengan wali murid, terutama mengingat beberapa agenda tersebut memiliki jadwal yang saling berdekatan. Melalui penguatan koordinasi, penyempurnaan fasilitas, dan pengawasan ketat, SD Luqman Al Hakim Ngawi terus berikhtiar mewujudkan budaya evaluasi dan perbaikan berkelanjutan demi menggapai visi besar sekolah, yakni “Excellent With Integral Character.”
Kontributor: Huda
Editor: Aminudin
