Hidayatullahjatim.com – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Jawa Timur menggelar agenda strategis berupa Monitoring dan Evaluasi (Monev) Organisasi Tahun 2026 di Kantor DPW Hidayatullah Jatim, Surabaya, pada Sabtu (17/10). Kegiatan yang mengusung tema “Transformasi Organisasi Menuju Hidayatullah Mandiri dan Berpengaruh” ini difokuskan pada penguatan konsolidasi dan tata kelola organisasi secara menyeluruh di tingkat wilayah.
Agenda evaluasi ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal DPP Hidayatullah, Dr. Nanang Nurpatria, M.Pd. Kehadirannya di Jawa Timur bertujuan untuk memantau langsung implementasi program kerja sekaligus memastikan keselarasan visi dan misi antara pengurus pusat dengan jajaran pengurus di tingkat wilayah.
Dalam arahannya di hadapan para pengurus, Dr. Nanang Nurpatria memberikan penekanan khusus mengenai langkah strategis dan adaptasi yang mutlak harus dilakukan oleh organisasi ke depan. “Kata kunci kita dalam berorganisasi pada periode ini adalah Transformasi Organisasi dengan tujuan Mandiri dan Berpengaruh. Dan strategi yang paling tepat untuk mewujudkannya adalah dengan Digitalisasi,” tegas Dr. Nanang.
Kehadiran Sekjen DPP Hidayatullah tersebut disambut dengan partisipasi penuh oleh Ketua DPW Hidayatullah Jatim, Drs. Amun Rowi, M.Pd., beserta seluruh jajaran pengurus wilayah secara lengkap. Kehadiran pengurus yang komprehensif ini menegaskan komitmen kuat dari tingkat wilayah untuk mendukung penuh dan merealisasikan cetak biru transformasi yang digagas oleh pengurus pusat.
Akselerasi Digitalisasi dan Kemandirian Institusi
Melalui momentum Monev ini, evaluasi menyeluruh dilakukan guna merumuskan langkah-langkah transformatif yang lebih konkret di lapangan. Adopsi teknologi dan digitalisasi dalam tata kelola administrasi serta dakwah tidak lagi dilihat sebagai pilihan, melainkan sebuah kebutuhan mendesak agar organisasi dapat bergerak lebih cepat dan efisien.
Drs. Amun Rowi, M.Pd., selaku pihak terkait dan pimpinan di tingkat wilayah menyatakan kesiapan jajarannya untuk mengeksekusi strategi digitalisasi tersebut secara terukur. Sinergi yang terjalin erat antara pusat dan wilayah dalam diskusi yang masih terus berlangsung ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang kuat.
Dengan akselerasi digitalisasi yang dicanangkan, DPW Hidayatullah Jatim diproyeksikan dapat tampil sebagai representasi organisasi yang semakin mandiri secara manajerial dan finansial. Lebih jauh, transformasi tata kelola yang modern ini ditargetkan mampu memberikan pengaruh positif yang lebih luas di tengah dinamika masyarakat Jawa Timur.
Editor: Aminudin
